KHUTBAH JUMAT | Menyesali Hilangnya Kesempatan Melakukan Ketaatan
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memotivasi para sahabatnya untuk terlibat dalam penyediaan materi pasukan. Dan juga turut serta berangkat ke medan peperangan. Para sahabat pun mengeluarkan harta mereka untuk mendanai perang. Dan siap mengorbankan jiwa mereka membela kebenaran. Mereka semaksimal mungkin memberi apa yang bisa mereka berikan.
Namun di antara para sahabat, ada sebagian dari mereka yang tidak memiliki kemampuan untuk turut serta dalam keberangkatan. Mereka bersedih. Mereka tidak mau menjadikan ketidak-mampuan mereka sebagai uzur untuk berangkat.
Lalu mereka menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka meminta juga agar dibawa serta. Diberi juga perbekalan perang.
Namun Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan mereka uzur. Dan beliau tak mampu memberi perbekalan apa pun kepada mereka. Sampai-sampai dalam kondisi susah ini, beliau tak mampu memberikan bekal walaupun hanya tali sandal.
Ibrahim bin Adham mengatakan,
مَا سَأَلُوهُ الْخَيْلَ، مَا سَأَلُوهُ إِلَّا النِّعَالَ
“Mereka tidak meminta kuda perang. Tapi mereka hanya meminta sandal.”
Nabi memberi uzur untuk mereka. Lalu mereka pulang dalam kondisi berlinangan air mata. Karena tak bisa ikut ke medan jihad.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!