KHUTBAH JUMAT | Menyesali Hilangnya Kesempatan Melakukan Ketaatan
Seorang salaf mengatakan,
حُزْنُ الْمُسْلِمِ عَلَى فَوَاتِ الطَّاعَةِ دَلِيلٌ عَلَى حَيَاةِ قَلْبِهِ
“Sedihnya seorang muslim karena kehilangan kesempatan untuk melakukan ketaatan adalah tanda hidupnya hatinya.”
Ibadallah,
Bertakwalah kepada Allah. Jadikan hati kita senantiasa terpaut dengan Rabb kita. Dengan cara melaksanakan ketaatan yang Dia perintahkan. Meninggalkan apa yang dilarang. Menjaga batas-batas yang Allah haramkan. Takut bermaksiat kepada-Nya. Dan berharap pahala yang ada di sisi-Nya.
إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.” .
اللَّهُمَّ ثَبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ وَصَرِّفْهَا عَلَى طَاعَتِكَ، وَزِدْنَا يَقِينًا وَتَصْدِيقًا وَهُدًى وَتَوْفِيقًا يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!