KHUTBAH JUMAT | Menyesali Hilangnya Kesempatan Melakukan Ketaatan
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أنْفُسِنَا وَسَيِّئَاتِ أعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
أَمَّا بَعْدُ: أَيُّهَا النَّاسُ: أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ تَعَالَى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ اتَّقُواْ اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُونَ﴾ .
Kaum muslim ibadallah,
Khatib mewasiatkan kepada diri khatib pribadi dan jemaah sekalian agar kita semua senantiasa bertakwa kepada Allah Taala. Karena hanya dengan takwalah kita dapat meraih kesuksesan dalam mengarungi hidup di dunia dan akhirat.
Ibadallah,
Terdapat kisah kepahlawan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam perjalanan Perang Tabuk. Mereka menyambut seruan kemuliaan untuk berhadapan dengan Romawi yang mulai mengancam negara Islam yang mulai tumbuh.
Perjalanan jihad ini amat jauh jaraknya. Dan di waktu musim kering yang sangat panas. Ditambah lagi kondisi perekonomian kaum muslim sedang krisis di saat itu.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!