KHUTBAH JUMAT | Islam dan Budaya
“Dan tolong-menolonglah (gotong-royonglah) kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”
Berarti budaya gotong royong ini sejalan dengan ajaran Islam. Namun Islam menyempurnakannya. Tolong-menolonglah, gotong-royonglah dalam kebaikan.
Dalam hal-hal yang membawa kemanfaatan bersama. Bukan gotong-royong dan tolong-menolong dalam kejahatan. Semisal kerja sama dalam korupsi dan sebagainya. Demikian juga dengan sopan santun dan tata krama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺮْﺣَﻢْ ﺻَﻐِﻴْﺮَﻧَﺎ، ﻭَﻳَﻌْﺮِﻑْ ﺣَﻖَّ ﻛَﺒِﻴْﺮِﻧَﺎ
“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan mengetahui hak orang dewasa kami.” .
Ini adalah jenis budaya yang pertama. Yaitu budaya yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Yang kedua: kebudayaan yang bertentangan dengan syariat Islam. Seperti apa contohnya? Seperti kebudayaan yang berbau kesyirikan. Kebudayaan yang memiliki asal-usul ritual syirik. Berupa pemujaan atau penyembahan kepada selain Allah.
Seperti apa? Persembahan berupa kepala hewan untuk membangun bangunan. Atau untuk tempat-tempat yang katanya angker dan keramat.
Demikian juga dengan sesaji-sesaji di tempat keramat. Ini budaya yang bertentangan dengan Islam. Mengapa? Karena di dalamnya terdapat unsur-unsur kesyirikan. Seorang muslim, tidak boleh menghidupkan budaya-budaya yang bertentangan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!