KHUTBAH JUMAT | Islam dan Budaya
Artinya, di antara semua makhluk yang ada, manusia memiliki bentuk fisik yang paling sempurna. Apalagi manusia dikarunia Allah suatu nikmat yang istimewa yang tidak Allah berikan kepada makhluk yang lainnya.
Karunia tersebut adalah akal. Manusia dalam kehidupannya di dunia ini menghadapi begitu banyak masalah. Dan masalah itu perlu dipecahkan.
Salah satu karunia Allah yang Dia berikan untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah yang ia hadapi adalah akal. Dengan akal manusia bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang bersih dan mana yang kotor.
Mana yang bermanfaat dan mana berbahaya. Dengan akal, manusia bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Dan dengan akal manusia bisa bertafakkur, merenungi kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakannya. Itulah berbagai contoh keistimewaan akal manusia.
Ibadallah, namun ada satu hal yang perlu kita pahami. Akal dengan segala kelebihan yang dimilikinya ternyata akal juga punya kekurangan. Ternyata akal juga punya kelemahan. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam kita, Imam asy-Syafi’I,
ﺇِﻥَّ ﻟِﻠْﻌَﻘْﻞِ ﺣَﺪًﺍ ﻳَﻨْﺘَﻬِﻲْ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻥَّ ﻟِﻠْﺒَﺼَﺮِ ﺣَﺪًّﺍ ﻳَﻨْﺘَﻬِﻲْ ﺇِﻟَﻴْﻪِ
“Akal itu punya batas yang tidak mungkin dia lampaui. Sebagaimana mata juga punya batas yang tidak mampu dia lampaui.”
Karena akal memiliki keterbatasan itulah akal bisa benar dan bisa salah. Akal ini bisa baik dan bisa juga buruk sehingga apa pun yang diproduksi oleh akal bisa baik bisa juga buruk. Bisa benar dan bisa juga salah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!