KHUTBAH JUMAT | Islam dan Budaya
Di antara produk dari akal adalah pemikiran, budaya, aturan, undang-undang. Dan semua yang merupakan produk akal pasti ada kekurangan dan kelebihan. Apalagi akal itu juga dipengaruhi sesuatu yang dinamai nafsu. Dan nafsu ini selalu mengajak seseorang melakukan hal-hal yang jahat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
ﺇِﻥَّ ﭐﻟﻨَّﻔْﺲَ ﻟَﺄَﻣَّﺎﺭَﺓٌۢ ﺑِﭑﻟﺴُّﻮٓﺀِ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﺭَﺣِﻢَ ﺭَﺑِّﻰٓ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑِّﻰ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ
“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” .
Lalu bagaimana kita bisa menilai sesuatu yang merupakan produk akal ini baik atau buruk? Benar atau salah? Adakah alat yang bisa menguji kebenaran produk akal ini? Dan alat untuk menguji kebenaran ini haruslah jadi standar. Harus tidak boleh salah. Dan harus lebih tinggi dari akal.
Adakah yang lebih tinggi dari akal? Jawabnya ada. Sesuatu yang lebih tinggi dari akal adalah wahyu. Yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Kalau kita ingin mengetahui, produk yang dihasilkan akal kita ini benar atau salah. Produk tersebut baik atau buruk. Ukurlah produk tersebut dengan Al Quran dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Al Quran dan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tidak mungkin salah.
ﭐﻟْﺤَﻖُّ ﻣِﻦ ﺭَّﺑِّﻚَ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧَﻦَّ ﻣِﻦَ ﭐﻟْﻤُﻤْﺘَﺮِﻳﻦَ
"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” .
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!