"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

KHUTBAH JUMAT | Islam dan Budaya

ED
Jumat, 11 November 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
KHUTBAH JUMAT | Islam dan Budaya

VISI.NEWS -

ﺍَﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ﺍَﻟَّﺬِﻱْ ﺃَﻛْﻤَﻞَ ﻟَﻨ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ ﻭَﺃَﺗَﻢَّ ﻋَﻠَﻴْﻨَﺎ ﺍﻟﻨِﻌْﻤَﺔَ ﻭَﺟَﻌَﻠْﻨَﺎ ﻣُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻭَﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥْ ﻟَﺎ ﺇِﻟَﻪَ ﺇِﻟَّﺎ ﺍﻟﻠﻪُ ﻭَﺣْﺪَﻩُ ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳْﻚَ ﻟَﻪُ ﻭَﻟَﺎ ﻧَﻌْﺒُﺪُ ﺇِﻟَّﺎ ﺇِﻳَّﺎﻩُ ﻣُﺨْﻠِﺼِﻴْﻦَ ﻟَﻪُ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ ﻭَ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ﺃَﻥَّ ﻣُﺤَﻤَّﺪﺍً ﻋَﺒْﺪُﻩُ ﻭَﺭَﺳُﻮْﻟُﻪُ ﺍَﻟْﻤَﺒْﻌُﻮْﺙُ ﺭَﺣْﻤَﺔً ﻟِﻠْﻌَﺎﻟَﻤِﻴْﻦَ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻟِﻪِ ﻭَﺃَﺻْﺤَﺎﺑِﻪِ ﻭَﺍﻟﺘَّﺎﺑِﻌِﻴْﻦَ ﻭَﻣَﻦْ ﺗَﺒِﻌَﻬُﻢْ ﺑِﺈِﺣْﺴَﺎﻥٍ ﺇِﻟَﻰ ﻳَﻮْﻡِ ﺍﻟﺪِّﻳْﻦَ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺗَﺴْﻠِﻴْﻤًﺎ ﻛَﺜِﻴْﺮﺍً ، ﺃَﻣَّﺎ ﺑَﻌْﺪُ ﺃَﻳُّﻬَﺎ ﺍﻟﻨَّﺎﺱُ ﺍِﺗَّﻘُﻮﺍْ ﺍﻟﻠﻪَ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ

Jemaah Jumat rahimakumullah, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dengan ketakwaan yang sebenar-benarnya. Yaitu dengan mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam serta menjauhi segala yang dilarang Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah, di antara nama Allah Subhanahu wa Ta’ala yang mulia, di antara asmaul husna adalah nama Allah Al-Khaliq. Yang artinya Sang Maha Pencipta.

Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai Sang Maha Pencipta, telah menciptakan banyak makhluk di muka bumi ini. Ada yang benda mati. Seperti: gunung, laut, dll. Ada juga makhluk hidup. Yaitu malaikat, manusia, hewan, dsb.

Di antara makhluk-makhluk ini, yang paling istimewa adalah makhluk yang bernama manusia.

Allah Subhanahu wa Taa’ala berfirman,

ﻟَﻘَﺪْ ﺧَﻠَﻘْﻨَﺎ ﭐﻟْﺈِﻧﺴَٰﻦَ ﻓِﻰٓ ﺃَﺣْﺴَﻦِ ﺗَﻘْﻮِﻳﻢٍ

“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” .

Artinya, di antara semua makhluk yang ada, manusia memiliki bentuk fisik yang paling sempurna. Apalagi manusia dikarunia Allah suatu nikmat yang istimewa yang tidak Allah berikan kepada makhluk yang lainnya.

Karunia tersebut adalah akal. Manusia dalam kehidupannya di dunia ini menghadapi begitu banyak masalah. Dan masalah itu perlu dipecahkan.

Salah satu karunia Allah yang Dia berikan untuk membantu manusia dalam memecahkan masalah yang ia hadapi adalah akal. Dengan akal manusia bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mana yang bersih dan mana yang kotor.

Mana yang bermanfaat dan mana berbahaya. Dengan akal, manusia bisa mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk. Dan dengan akal manusia bisa bertafakkur, merenungi kebesaran Allah Subhanahu wa Ta’ala yang menciptakannya. Itulah berbagai contoh keistimewaan akal manusia.

Ibadallah, namun ada satu hal yang perlu kita pahami. Akal dengan segala kelebihan yang dimilikinya ternyata akal juga punya kekurangan. Ternyata akal juga punya kelemahan. Sebagaimana dijelaskan oleh Imam kita, Imam asy-Syafi’I,

ﺇِﻥَّ ﻟِﻠْﻌَﻘْﻞِ ﺣَﺪًﺍ ﻳَﻨْﺘَﻬِﻲْ ﺇِﻟَﻴْﻪِ ﻛَﻤَﺎ ﺃَﻥَّ ﻟِﻠْﺒَﺼَﺮِ ﺣَﺪًّﺍ ﻳَﻨْﺘَﻬِﻲْ ﺇِﻟَﻴْﻪِ

“Akal itu punya batas yang tidak mungkin dia lampaui. Sebagaimana mata juga punya batas yang tidak mampu dia lampaui.”

Karena akal memiliki keterbatasan itulah akal bisa benar dan bisa salah. Akal ini bisa baik dan bisa juga buruk sehingga apa pun yang diproduksi oleh akal bisa baik bisa juga buruk. Bisa benar dan bisa juga salah.

Di antara produk dari akal adalah pemikiran, budaya, aturan, undang-undang. Dan semua yang merupakan produk akal pasti ada kekurangan dan kelebihan. Apalagi akal itu juga dipengaruhi sesuatu yang dinamai nafsu. Dan nafsu ini selalu mengajak seseorang melakukan hal-hal yang jahat. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

ﺇِﻥَّ ﭐﻟﻨَّﻔْﺲَ ﻟَﺄَﻣَّﺎﺭَﺓٌۢ ﺑِﭑﻟﺴُّﻮٓﺀِ ﺇِﻟَّﺎ ﻣَﺎ ﺭَﺣِﻢَ ﺭَﺑِّﻰٓ ﺇِﻥَّ ﺭَﺑِّﻰ ﻏَﻔُﻮﺭٌ ﺭَّﺣِﻴﻢٌ

“Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” .

Lalu bagaimana kita bisa menilai sesuatu yang merupakan produk akal ini baik atau buruk? Benar atau salah? Adakah alat yang bisa menguji kebenaran produk akal ini? Dan alat untuk menguji kebenaran ini haruslah jadi standar. Harus tidak boleh salah. Dan harus lebih tinggi dari akal.

Adakah yang lebih tinggi dari akal? Jawabnya ada. Sesuatu yang lebih tinggi dari akal adalah wahyu. Yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hadis-hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kalau kita ingin mengetahui, produk yang dihasilkan akal kita ini benar atau salah. Produk tersebut baik atau buruk. Ukurlah produk tersebut dengan Al Quran dan sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena Al Quran dan hadis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ini tidak mungkin salah.

ﭐﻟْﺤَﻖُّ ﻣِﻦ ﺭَّﺑِّﻚَ ﻓَﻠَﺎ ﺗَﻜُﻮﻧَﻦَّ ﻣِﻦَ ﭐﻟْﻤُﻤْﺘَﺮِﻳﻦَ

"Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” .

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Salah satu yang diproduksi oleh akal adalah budaya. Kebudayaan adalah hasil dari penciptaan akal budi manusia. Dari sini kita harus memahami, bahwa budaya ini bisa benar dan bisa salah. Bisa baik dan bisa buruk.

Kata pepatah, “Taka da gading yang tak retak.” Karena itu, Islam datang ke dunia ini bukan untuk menghancurkan budaya. Islam diturunkan ke bumi ini bukan untuk menghapus budaya.

Akan tetapi Islam datang untuk membimbing budaya agar dia menjadi budaya yang beradab. Budaya yang berkemajuan. Dan menuju budaya yang mengangkat derajat kemanusiaan.

Oleh karena itu, di dalam Islam, budaya itu dibagi menjadi dua. Pertama: kebudayaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Kedua: kebudayaan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Pertama: kebudayaan yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Bahkan budaya ini sejalan dengan ajaran Islam. seperti, di nusantara ini ada namanya budaya gotong royong atau kerja bakti. Budaya ini tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Kemudian, di antara budaya orang timur adalah budaya tata krama. Atau dalam sebutan Jawa unggah-ungguh. Atau dengan bahasa nasionalnya sopan santun. Ini budaya yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Tentang gotong royong, Allah sempurnakan budaya ini dengan firman-Nya,

ﻭَﺗَﻌَﺎﻭَﻧُﻮﺍ۟ ﻋَﻠَﻰ ﭐﻟْﺒِﺮِّ ﻭَﭐﻟﺘَّﻘْﻮَﻯٰ ﻭَﻟَﺎ ﺗَﻌَﺎﻭَﻧُﻮﺍ۟ ﻋَﻠَﻰ ﭐﻟْﺈِﺛْﻢِ ﻭَﭐﻟْﻌُﺪْﻭَٰﻥ

“Dan tolong-menolonglah (gotong-royonglah) kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran.”

Berarti budaya gotong royong ini sejalan dengan ajaran Islam. Namun Islam menyempurnakannya. Tolong-menolonglah, gotong-royonglah dalam kebaikan.

Dalam hal-hal yang membawa kemanfaatan bersama. Bukan gotong-royong dan tolong-menolong dalam kejahatan. Semisal kerja sama dalam korupsi dan sebagainya. Demikian juga dengan sopan santun dan tata krama. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ﻟَﻴْﺲَ ﻣِﻨَّﺎ ﻣَﻦْ ﻟَﻢْ ﻳَﺮْﺣَﻢْ ﺻَﻐِﻴْﺮَﻧَﺎ، ﻭَﻳَﻌْﺮِﻑْ ﺣَﻖَّ ﻛَﺒِﻴْﺮِﻧَﺎ

“Bukan termasuk golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan mengetahui hak orang dewasa kami.” .

Ini adalah jenis budaya yang pertama. Yaitu budaya yang tidak bertentangan dengan syariat Islam. Yang kedua: kebudayaan yang bertentangan dengan syariat Islam. Seperti apa contohnya? Seperti kebudayaan yang berbau kesyirikan. Kebudayaan yang memiliki asal-usul ritual syirik. Berupa pemujaan atau penyembahan kepada selain Allah.

Seperti apa? Persembahan berupa kepala hewan untuk membangun bangunan. Atau untuk tempat-tempat yang katanya angker dan keramat.

Demikian juga dengan sesaji-sesaji di tempat keramat. Ini budaya yang bertentangan dengan Islam. Mengapa? Karena di dalamnya terdapat unsur-unsur kesyirikan. Seorang muslim, tidak boleh menghidupkan budaya-budaya yang bertentangan dengan tuntunan Allah dan Rasul-Nya.

Demikian juga berpartisipasi di dalamnya. Karena Allah sudah berpesan.

ﻗُﻞْ ﺇِﻥَّ ﺻَﻠَﺎﺗِﻲ ﻭَﻧُﺴُﻜِﻲ ﻭَﻣَﺤْﻴَﺎﻱَ ﻭَﻣَﻤَﺎﺗِﻲ ﻟِﻠَّﻪِ ﺭَﺏِّ ﺍﻟْﻌَﺎﻟَﻤِﻴﻦَ ‏( 162 ‏) ﻟَﺎ ﺷَﺮِﻳﻚَ ﻟَﻪُ ۖ ﻭَﺑِﺬَٰﻟِﻚَ ﺃُﻣِﺮْﺕُ ﻭَﺃَﻧَﺎ ﺃَﻭَّﻝُ ﺍﻟْﻤُﺴْﻠِﻤِﻴﻦَ ‏( 163 )

“Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)”.

ﺑَﺎﺭَﻙَ ﺍﻟﻠﻪُ ﻟِﻲْ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟﻘُﺮْﺁﻥِ ﺍﻟﻌَﻈِﻴْﻢِ، ﻭَﻧَﻔَﻌْﻨَﺎ ﺑِﻤَﺎ ﻓِﻴْﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺒَﻴَﺎﻥِ ﻭَﺍﻟﺬِّﻛْﺮِ ﺍﻟﺤَﻜِﻴْﻢِ، ﺃَﻗُﻮْﻝُ ﻗَﻮْﻟِﻲ ﻫَﺬَﺍ ﻭَﺃَﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُ ﺍﻟﻠﻪَ ﻟِﻲ ﻭَﻟَﻜُﻢْ ﻭَﻟِﺠَﻤِﻴْﻊِ ﺍﻟﻤُﺴْﻠِﻤِﻴْﻦَ ﻓَﺎﺳْﺘَﻐْﻔِﺮُﻭْﻩُ ﺇِﻧَّﻪُ ﻫُﻮَ ﺍﻟﻐَﻔُﻮْﺭُ ﺍﻟﺮَﺣِﻴْﻢُ .

@fen/sumber: khotbahjumat.com

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.