KHUTBAH JUMAT | Ahlak yang Memudar di Era Digital
Namun, di balik kemudahan dan kemajuan itu, umat Islam menghadapi tantangan besar yaitu kendali diri atas pasar bebas media sosial. Sehingga melakukan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap sesama kini menjadi tontonan yang dianggap biasa Akhlak yang dahulu dijunjung tinggi oleh umat Islam seperti jujur, sabar, santun, dan menjaga lisan perlahan mulai memudar di tengah derasnya arus digitalisasi.
Padahal Rasulullah di utus bukan hanya untuk menyampaikan syariat, tetapi juga untuk menyempurnakan akhlak manusia. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ
Artinya, "Sesungguhnya aku diutus (ke dunia ini) hanya untuk menyempurnakan keluhuran akhlak," (HR. Al-Baihaqi).
Jamaah salat Jumat yang dimuliakan Allah,
Di sisi lain, melakukan ujaran kebencian, mengolok-olok dan menghina orang lain sangat dilarang dalam Islam. Hal tersebut ditegaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an bahwa tidak diperkenankan bagi umat Islam untuk mengolok-olok satu sama lain. Sebab boleh jadi yang diolok-olok lebih baik derajatnya di sisi Allah. Allah Ta’ala berfirman dalam surat Al-Hujurat ayat 11:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
Artinya, "Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan itu) lebih baik daripada mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok itu) lebih baik daripada perempuan (yang mengolok-olok).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!