Ketika Sekolah Tak Lagi Aman: 16 Siswa Jadi Korban Guru Sendiri
VISI.NEWS | TANGERANG SELATAN — Terungkapnya kasus pencabulan yang dilakukan seorang guru di SD Negeri 01 Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, menjadi peringatan serius atas lemahnya sistem pengawasan dan perlindungan anak di lingkungan sekolah dasar. Sosok pendidik yang seharusnya menjadi tempat aman bagi siswa justru berubah menjadi pelaku kekerasan seksual terhadap anak didiknya.
Sedikitnya 16 siswa laki-laki teridentifikasi sebagai korban tindakan asusila yang dilakukan guru berinisial YP. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring proses pendalaman yang terus dilakukan aparat kepolisian dan lembaga pendamping anak. Kasus ini mencuat bukan dari laporan langsung korban terhadap pelaku, melainkan dari orangtua siswa yang mengetahui anaknya menjadi korban kekerasan seksual oleh kakak kelas. Dari pengakuan anak tersebut, terungkap bahwa ia sebelumnya juga menjadi korban YP.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Tangerang Selatan, Tri Purwanto, mengatakan fakta tersebut membuka tabir adanya kekerasan seksual berlapis di lingkungan sekolah.
“Pelaku anak yang melakukan perbuatan itu mengaku telah menjadi korban dari aksi bejat wali kelasnya,” ujar Tri, Rabu (21/1/2026).
Dari pengakuan lanjutan para korban, diketahui kekerasan seksual dilakukan di area sekolah, bahkan di dalam ruang kelas, meskipun berlangsung di luar jam pelajaran. Korban berasal dari siswa kelas IV dan V dengan pengalaman kekerasan yang berbeda-beda. Sebagian korban mengaku hanya sekali dilecehkan, sementara lainnya mengalami lebih dari satu kali. Perbedaan pengalaman tersebut memicu tingkat trauma psikologis yang beragam.
Menurut Tri, pendampingan psikologis menjadi langkah krusial agar dampak trauma tidak berkembang menjadi siklus kekerasan baru. Ia menilai penanganan yang lambat berisiko membuat korban meniru perilaku yang pernah dialaminya.
“Kalau tidak segera ditangani, korban justru bisa menjadi pelaku. Dan ini terbukti sudah terjadi di sekolah tersebut,” katanya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!