Ketika Sekolah Tak Lagi Aman: 16 Siswa Jadi Korban Guru Sendiri

ED
Kamis, 22 Januari 2026 | 14:05 WIB
Bagikan
Ketika Sekolah Tak Lagi Aman: 16 Siswa Jadi Korban Guru Sendiri

Sebelum kasus ini terungkap, YP diketahui menjabat sebagai wali kelas IV. Namun, ia juga pernah menjadi wali kelas III. Fakta tersebut membuat tim pendamping dan kepolisian membuka kemungkinan adanya korban lain dari angkatan sebelumnya.

“Pelaku juga pernah mengajar kelas III. Sekarang kami sedang melacak kemungkinan adanya korban lain. Bisa saja jumlah korbannya bertambah,” ujar Tri.

Meski proses hukum masih berjalan, para korban tetap mengikuti kegiatan belajar-mengajar dengan pendampingan khusus. Pihak terkait berupaya memastikan pemeriksaan yang dilakukan tidak menghambat hak anak untuk memperoleh pendidikan.

Dalam menjalankan aksinya, YP diduga memanfaatkan relasi kuasa sebagai guru dengan melakukan manipulasi psikologis terhadap korban atau child grooming. Modus yang digunakan antara lain rayuan dan pemberian uang jajan.

“Kemungkinan ada ajakan, rayuan, atau iming-iming uang. Ini yang masih terus kami selidiki,” kata Tri.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Tangerang Selatan Ajun Komisaris Wira Graha Setiawan menyebut hingga kini sekitar 16 siswa telah teridentifikasi sebagai korban. Namun, penyidik masih memfokuskan pemeriksaan pada sembilan korban yang telah membuat laporan resmi.

“Saat ini kami masih fokus memeriksa sembilan korban yang sudah melapor,” ujarnya.

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, perbuatan bejat tersebut diduga berlangsung sejak 2023 hingga Januari 2026. Untuk melancarkan aksinya, YP memberikan uang jajan berkisar Rp5.000 hingga Rp10.000 kepada korban. Bahkan, setelah mencabuli korban, pelaku diduga merekam perbuatannya dan menyimpan video tersebut di telepon genggam.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.