Kemendagri Ungkap Ada 663 Ribu Ormas di Indonesia: Harapannya Jadi Support System Pemerintahan
Kegiatan Pemberdayaan Organisasi Kemasyarakatan Dalam Rangka Mendukung Program Prioritas Nasional yang diselenggarakan di Sukabumi, Kamis (30/7/2026)./visi.news/Andri.
Ia menjelaskan, peran organisasi kemasyarakatan telah terbukti sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Berbagai organisasi seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, hingga Budi Utomo menjadi bagian penting dalam sejarah pergerakan bangsa.
Menurutnya, organisasi masyarakat yang bergerak di bidang media juga memiliki kontribusi besar dalam menyebarluaskan kabar kemerdekaan Indonesia ke dunia internasional sehingga mendapat pengakuan dari negara lain.
"Pada saat 1945, ini juga organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang media, ini yang berperan dominan juga dalam memberitakan kemerdekaan Indonesia di seluruh dunia. Karena pengakuan itu hadir apabila ada yang memberikan dukungan di luar negeri," ujarnya.
"Jadi kalau kita flashback sejarahnya di Gedung Antara Pasar Baru Jakarta, dikoneksikan ke Aceh waktu itu, dari Aceh dikoneksikan kalau tidak salah di wilayah Sri Lanka atau India. Di situ stasiun radio memberitakan kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia, sehingga Indonesia mendapatkan pengakuan kemerdekaan di seluruh dunia," tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah saat ini tengah menjalankan sejumlah program strategis yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, menurut Wahyu, upaya tersebut tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah semata.
"Program-program strategis ini tentunya membutuhkan peran serta seluruh masyarakat, seluruh entitas masyarakat di Indonesia. Karena kalau kita berbicara organisasi kemasyarakatan, ini orang-orang yang ada di dalamnya ini memang memiliki passion yang alami," ujarnya.
Ia mencontohkan, organisasi yang bergerak di bidang pertanian memiliki pengalaman dan kemampuan yang dapat membantu pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan. Begitu pula organisasi yang bergerak di bidang media dapat dilibatkan untuk menangkal penyebaran informasi bohong atau hoaks.
"Untuk melawan berita-berita hoax misalnya, ya pemerintah harus merangkul dari insan pers, organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang media. Untuk menciptakan ketahanan pangan, rangkul masyarakat organisasi masyarakat yang bergerak dalam bidang pertanian, perikanan, nelayan, dan lain sebagainya," pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!