KAJIAN | Memahami Bid'ah
Dan maksud sabda Nabi SAW " 'Setiap bid'ah adalah sesat' adalah pembaruan yang tidak memiliki dalil syara' baik dalil khusus maupun umum".
Dari pola pikir demikian mayoritas ulama membagi bid'ah menjadi dua, bid'ah mahmudah dan bid'ah madzmumah. Maksud bid'ah mahmudah adalah bid'ah yang selaras dengan sunnah, sedangkan bid'ah madzmumah adalah bid'ah yang bertentangan dengannya.
Imam Syafi'i berkata,
البدعة بدعتان بدعة محمودة وبدعة مذمومة فما وافق السنة فهو محمود وما خالف السنة فهو مذموم.
"Bid'ah itu ada dua. Bid'ah yang terpuji dan bid'ah yang tercela. Maka bid'ah yang sesuai dengan sunnah berarti terpuji dan bid'ah yang menentang sunnah maka tercela".
Begitu pula beliau menjelaskan,
المحدثات ضربان مااحدث مما يخالف كتابا او سنة أو أثرا او اجماعا فهذه البدعة الضلالة وما أحديث من الخير لاخلاف فيه لواحد من هذا فهذه محدثة غير مذمومة.
"Pembaruan-pembaruan dari beberapa hal itu ada dua.(Pertama) pembaruan dari hal-hal yang bertentangan dengan kitab, sunnah, atsar atau ijma', maka hal ini adalah bid'ah yang menyesatkan. (Kedua) pembaruan berupa kebaikan yang tidak bertentangan dengan salah satunya, maka hal ini adalah pembaruan yang tidak tercela".
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!