Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026

JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah

ED
PN
Senin, 27 Juli 2026 | 10:20 WIB
Bagikan
JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla. /visi.news/ist

VISI.NEWS — Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla (JK) mendorong pemerintah Indonesia mengambil peran yang lebih aktif dalam upaya menciptakan perdamaian di Timur Tengah. Menurutnya, Indonesia memiliki posisi strategis sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia sekaligus kawasan yang relatif stabil untuk memfasilitasi dialog di antara negara-negara yang tengah berkonflik.

Pernyataan tersebut disampaikan JK seusai menghadiri hari ketiga Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Ahad (26/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia menyoroti perkembangan situasi di Timur Tengah yang dinilai semakin mengkhawatirkan setelah harapan tercapainya kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat kembali gagal terwujud.

Menurut JK, memburuknya hubungan kedua negara berpotensi memperluas ketegangan di kawasan yang selama ini telah dilanda berbagai konflik berkepanjangan. Kondisi tersebut, kata dia, menjadi peringatan bahwa upaya penyelesaian melalui jalur diplomasi harus terus didorong agar eskalasi konflik tidak semakin meluas.

"Semula kita bergembira bahwa sudah ada kesepakatan antara Iran dengan Amerika. Tapi buyar lagi, malah makin meluas," ujar JK.

Ia menilai negara-negara di kawasan Timur Tengah harus mengedepankan dialog dan penyelesaian damai dibandingkan memperbesar konfrontasi. Menurutnya, peran negara-negara Arab sangat penting dalam menciptakan stabilitas kawasan melalui pendekatan diplomasi dan rekonsiliasi.

"Kita harap negara-negara Arab juga berusaha untuk saling mendamaikan," katanya.

Selain menyoroti hubungan Iran dan Amerika Serikat, JK juga mengingatkan pentingnya penyelesaian konflik internal yang masih berlangsung di Yaman. Ia menilai perang saudara yang berkepanjangan di negara tersebut tidak hanya berdampak pada masyarakat Yaman, tetapi juga berpotensi memperburuk keamanan dan stabilitas di seluruh kawasan Timur Tengah.

JK berharap kelompok Houthi maupun pemerintah Yaman dapat menahan diri dan membuka ruang dialog untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.