Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Cimahi Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kota Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat DKI Jakarta Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Jadwal Sholat Kabupaten Bandung Hari Ini, Jumat 21 Agustus 2026 21 Aug 2026 Sustainability Shift Buka Peluang Baru di Lima Sektor Strategis Indonesia 20 Aug 2026 Kertajati Disiapkan Jadi MRO Pesawat Tempur TNI 20 Aug 2026 Bandung Creative Hub, Ruang Gratis Lahirkan Talenta Kreatif 20 Aug 2026 Peraturan Dana Jurnalisme Didorong Segera Disahkan Dewan Pers 20 Aug 2026

Jelang Puncak El Nino, Sumail Abdullah Soroti Kesiapan Anggaran Pengendalian Karhutla

Desi Rossilawati
PN
Rabu, 1 Juli 2026 | 09:07 WIB
Bagikan
Jelang Puncak El Nino, Sumail Abdullah Soroti Kesiapan Anggaran Pengendalian Karhutla

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sumail Abdullah/visi.news/ist.

VISI.NEWS - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Sumail Abdullah, mengapresiasi capaian kinerja pemerintah dalam menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak lengah mengingat potensi peningkatan karhutla masih mengancam, terutama menjelang puncak musim kemarau dan fenomena El Nino.

Menurut Sumail, pemerintah patut diapresiasi atas capaian penurunan kejadian karhutla dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa lonjakan titik panas (hotspot) kembali muncul sejak 2020 sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan.

"Kita tidak boleh puas karena sejak 2020 sudah muncul lagi titik-titik panas dengan lonjakan yang cukup tinggi. Apalagi kita akan menghadapi puncak El Nino pada Agustus dan September," ujar Sumail dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama jajaran Eselon I Kementerian Kehutanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Sumail mempertanyakan apakah alokasi anggaran operasional pengendalian karhutla yang disebut sekitar Rp2,296 triliun sudah memadai untuk menghadapi ancaman kebakaran pada musim kemarau tahun ini.

Ia meminta pemerintah menyampaikan kebutuhan anggaran secara riil apabila dana yang tersedia dinilai belum mencukupi.

"Apakah anggaran ini cukup? Kalau tidak cukup, berapa sebenarnya anggaran yang dibutuhkan sehingga kami di Komisi IV bisa memberikan dukungan," katanya.

Selain persoalan anggaran, Sumail juga memberikan apresiasi terhadap langkah penegakan hukum yang telah dilakukan pemerintah terhadap sejumlah perusahaan yang diduga melanggar ketentuan terkait karhutla.

Namun, ia meminta penjelasan lebih lanjut mengenai jumlah korporasi yang kasusnya telah dilimpahkan ke pengadilan serta yang telah memperoleh putusan hukum berkekuatan tetap.

Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten agar memberikan efek jera kepada pelaku.

"Harus ada ketegasan. Jangan ragu-ragu. Kalau tidak, setiap tahun pelanggaran dan kebakaran hutan akan terus berulang," tegasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.