Jelang Puncak El Nino, Sumail Abdullah Soroti Kesiapan Anggaran Pengendalian Karhutla
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra Sumail Abdullah/visi.news/ist.
VISI.NEWS - Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Gerindra, Sumail Abdullah, mengapresiasi capaian kinerja pemerintah dalam menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak lengah mengingat potensi peningkatan karhutla masih mengancam, terutama menjelang puncak musim kemarau dan fenomena El Nino.
Menurut Sumail, pemerintah patut diapresiasi atas capaian penurunan kejadian karhutla dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa lonjakan titik panas (hotspot) kembali muncul sejak 2020 sehingga kewaspadaan harus terus ditingkatkan.
"Kita tidak boleh puas karena sejak 2020 sudah muncul lagi titik-titik panas dengan lonjakan yang cukup tinggi. Apalagi kita akan menghadapi puncak El Nino pada Agustus dan September," ujar Sumail dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama jajaran Eselon I Kementerian Kehutanan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sumail mempertanyakan apakah alokasi anggaran operasional pengendalian karhutla yang disebut sekitar Rp2,296 triliun sudah memadai untuk menghadapi ancaman kebakaran pada musim kemarau tahun ini.
Ia meminta pemerintah menyampaikan kebutuhan anggaran secara riil apabila dana yang tersedia dinilai belum mencukupi.
"Apakah anggaran ini cukup? Kalau tidak cukup, berapa sebenarnya anggaran yang dibutuhkan sehingga kami di Komisi IV bisa memberikan dukungan," katanya.
Selain persoalan anggaran, Sumail juga memberikan apresiasi terhadap langkah penegakan hukum yang telah dilakukan pemerintah terhadap sejumlah perusahaan yang diduga melanggar ketentuan terkait karhutla.
Namun, ia meminta penjelasan lebih lanjut mengenai jumlah korporasi yang kasusnya telah dilimpahkan ke pengadilan serta yang telah memperoleh putusan hukum berkekuatan tetap.
Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara konsisten agar memberikan efek jera kepada pelaku.
"Harus ada ketegasan. Jangan ragu-ragu. Kalau tidak, setiap tahun pelanggaran dan kebakaran hutan akan terus berulang," tegasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!