Jejak Peradaban Solo, dari Masjid Tua hingga Keraton Bersejarah
Setiap situs menghadirkan cerita tentang perjuangan para ulama, raja, bangsawan, saudagar, dan rakyat yang bersama-sama membentuk wajah Solo hari ini.
Bagi Tim Gowes VISI.NEWS, napak tilas ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan hanya kisah masa lalu. Sejarah adalah cermin yang membantu manusia memahami jati diri, menghargai warisan leluhur, dan menata masa depan dengan lebih bijaksana.
Sebagaimana pesan Bung Karno, "Jas Merah" — jangan sekali-kali melupakan sejarah. Di Kota Solo, pesan itu terasa hidup di setiap batu, dinding, dan halaman situs-situs bersejarah yang masih berdiri kokoh hingga kini.
Napak tilas yang didukung Komite Sepeda Indonesia (KSI) Kabupaten Bandung, Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Barat, PT. Pupuk Kujang, Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) PCNU Kabupaten Bandung, Diskominfo Kabupaten Bandung, Bapenda, PT. BPR Kerta Raharja, dan Perumda Tirta Raharja ini menjadi pengingat bahwa sejarah bukan sekadar catatan masa lalu. Di balik setiap batu bata, lorong, dan bangunan kuno terdapat nilai-nilai perjuangan, toleransi, serta kebijaksanaan yang tetap relevan bagi kehidupan masa kini.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!