Jejak Peradaban Solo, dari Masjid Tua hingga Keraton Bersejarah
Bangunan bergaya Eropa dengan tembok-tembok kokoh tersebut masih berdiri hingga sekarang. Meski beberapa bagian telah mengalami perubahan, Benteng Vastenburg tetap menjadi salah satu landmark bersejarah yang memperlihatkan bagaimana pengaruh kolonial pernah begitu kuat di tanah Jawa.
Menutup Perjalanan di Keraton Kasunanan
Destinasi terakhir hari pertama adalah Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Keraton yang didirikan oleh Pakubuwana II pada tahun 1745 ini merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam setelah perpindahan dari Kartasura. Keraton menyimpan beragam koleksi bersejarah mulai dari kereta kencana, pusaka kerajaan, manuskrip kuno, hingga benda-benda peninggalan hubungan diplomatik dengan berbagai kerajaan dunia.
Memasuki kawasan keraton, Tim Gowes VISI.NEWS seakan diajak menembus lorong waktu, menyaksikan bagaimana peradaban Jawa dibangun melalui perpaduan nilai spiritual, budaya, politik, dan kearifan lokal yang terus bertahan hingga sekarang.
Merangkai Kepingan Sejarah
Perjalanan sehari menyusuri Masjid Laweyan, Masjid Al-Wustho, Pura Mangkunegaran, Masjid Agung Solo, Keraton Pajang, Benteng Vastenburg, hingga Keraton Kasunanan bukan sekadar wisata sejarah.
Di sela rehat, tim gowes juga sempat mengunjungi dan menikmati makanan favorit Kota Solo yang viral di media sosial (medsos) Timlo Solo di Jalan Jend. Urip Sumoharjo No.94, Purwodiningratan, Kec. Jebres, dan Baso Kadipolo di Jalan Jend. Urip Sumoharjo No.94 (depan RS Muhammadiyah Surakarta), Purwodiningratan, Kec. Jebres, Kota Surakarta.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!