ISBI Bandung Gugat Relevansi Interkulturalitas Teater
Persoalan tersebut semakin relevan ketika banyak unsur budaya Timur yang menjadi sumber inspirasi bagi seniman Barat. Dalam sejumlah kasus, unsur-unsur itu kemudian berkembang dan dipersepsikan sebagai bagian dari tradisi teater Barat tanpa banyak mengingat akar budayanya. Kondisi inilah yang memunculkan kritik mengenai praktik peminjaman hingga apropriasi budaya dalam seni pertunjukan.
Pandangan menarik juga disampaikan Prof. Yudiaryani dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia menegaskan bahwa seorang aktor teater harus memiliki sikap kritis dan militansi intelektual karena akan berhadapan dengan persoalan kehidupan yang semakin kompleks.
“Seorang aktor teater harus kritis dan militan, karena para aktor teater akan berhadapan dengan dunia yang sangat kompleks permasalahannya,” ujarnya.
Menurut Yudiaryani, teater merupakan seni yang bersifat sintesis dan kompleks sehingga membutuhkan spesialisasi yang semakin kuat. Di era perkembangan seni pertunjukan modern, seorang aktor tidak lagi dituntut menguasai seluruh aspek secara bersamaan, melainkan perlu memperdalam bidang tertentu agar mampu menghasilkan karya yang lebih berkualitas.
Ia juga menyoroti bagaimana banyak konsep ketimuran dalam tradisi teater yang kemudian diadaptasi oleh seniman Barat. Baginya, panggung teater dalam banyak tradisi Timur tidak sekadar ruang pertunjukan, melainkan memiliki nilai spiritual yang menyerupai altar suci dengan berbagai proses dan ritual yang menyertainya.
Sementara itu, praktisi teater Yusef Muldiyana mempresentasikan karya Pabrik Begal yang dibawakan Teater Laskar Panggung. Karya tersebut mengangkat fenomena sosial masyarakat melalui pendekatan komedi satir yang memadukan idiom teater modern dan klasik.
Seperti karya-karya Yusef lainnya bersama Laskar Panggung Bandung, pertunjukan tersebut merefleksikan realitas kehidupan masyarakat kontemporer dengan bahasa artistik yang kritis, namun tetap komunikatif dan mudah diterima penonton. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana teater dapat menjadi medium refleksi sosial sekaligus sarana hiburan yang efektif.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!