Investasi Rp1.931 Triliun, Hilirisasi Makin Kuat
Presiden Prabowo menekankan bahwa keberhasilan investasi harus diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata dari besarnya nilai modal yang masuk.
“Pertumbuhan dan investasi bukan tujuan akhir. Tujuan akhir kita adalah kesejahteraan rakyat. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan dan menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat paling bawah,” tegas Prabowo.
Momentum Kemerdekaan untuk Naik Kelas
Memasuki 81 tahun kemerdekaan, pemerintah menempatkan investasi dan hilirisasi sebagai bagian dari strategi mewujudkan ekonomi Indonesia yang lebih mandiri dan berdaya saing.
Kekayaan sumber daya alam tidak lagi cukup hanya menjadi keunggulan komparatif. Indonesia didorong untuk memiliki kemampuan mengolah sumber daya tersebut menjadi produk bernilai tambah, membangun industri, mengembangkan teknologi, dan menciptakan rantai pasok yang semakin kuat di dalam negeri.
Dengan realisasi investasi yang terus tumbuh, hilirisasi yang semakin luas, serta penyebaran investasi yang mulai lebih merata, pemerintah berharap momentum kemerdekaan dapat menjadi titik penguatan transformasi ekonomi nasional.
Tantangan berikutnya adalah memastikan bahwa pertumbuhan investasi benar-benar menghasilkan lapangan kerja berkualitas, industri yang kuat, peningkatan keterampilan tenaga kerja, dan kesejahteraan yang lebih merata.
Dengan demikian, investasi bukan hanya menjadi angka dalam laporan ekonomi, melainkan menjadi instrumen untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan: membangun Indonesia yang mandiri, produktif, berdaya saing, dan memberikan kehidupan yang lebih sejahtera bagi seluruh rakyat.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!