Investasi Rp1.931 Triliun, Hilirisasi Makin Kuat
Dengan total Rp1.010 triliun, realisasi semester I 2026 tersebut telah setara dengan sekitar 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Hilirisasi Jadi Mesin Transformasi
Pertumbuhan investasi juga berjalan seiring dengan percepatan program hilirisasi. Pemerintah mendorong agar Indonesia tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan mampu mengolah kekayaan alam menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri.
Sepanjang 2025, investasi pada sektor hilirisasi mencapai Rp584,1 triliun. Nilai tersebut berkontribusi sekitar 30,2 persen terhadap total realisasi investasi nasional dan tumbuh signifikan 43,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Momentum itu berlanjut pada semester I 2026. Investasi hilirisasi tercatat mencapai Rp300,1 triliun, atau sekitar 29,7 persen dari total realisasi investasi nasional pada periode tersebut.
Investasi hilirisasi antara lain diarahkan pada pengembangan industri berbasis mineral, seperti bauksit, nikel, tembaga, besi dan baja, serta pasir silika.
Perkembangan tersebut menandai perubahan penting dalam struktur investasi Indonesia. Pengelolaan sumber daya alam mulai diarahkan tidak berhenti pada tahap eksploitasi dan ekspor bahan mentah, tetapi dilanjutkan dengan pembangunan fasilitas pengolahan, manufaktur, hingga pembentukan ekosistem industri yang terintegrasi.
Dengan demikian, nilai ekonomi yang berasal dari sumber daya alam diharapkan semakin banyak tercipta dan dinikmati di dalam negeri.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!