HIKMAH | Memuliakan Kaum Duafa
Di awal Islam di Madinah penghasilan terbesar baitul mal bersumber dari peperangan, maka Rasulullah membagikan hasil itu pada para pejuang dan duafa.
Untuk menjawab pertanyaan para pejuang, kenap duafa diikutkan dalam jatah pembagaian hasil perang, Nabi beralasan karena hasil perjuangan itu banyak dimenangkan karena doa kaum duafa dan jasa-jasa dukungan mereka.
ﺇﻧﻤﺎ ﻳﻨﺼﺮ ﺍﻟﻠﻪ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻣﺔ ﺑﻀﻌﻴﻔﻬﺎ ﺑﺪﻋﻮﺗﻬﻢ ﻭﺻﻼﺗﻬﻢ ﻭﺇﺧﻼﺻﻬﻢ “
Rasululullah bersabda bahwa umat ini disukseskan Allah karena doa duafa, karena kemuliaan salat mereka, dan keikhlasan mereka.
Al-Hafesh al-Muhallab al-Andalusiy al-Faqih berkata, “Rasul menegur Saad bin Malik r.a. yang mempertanyakan hak kaum duafa berserikat dengan para pejuang dalam hasilan perang bahwa para pejuang itu menang karena doa mereka yang diijabah.”
ﻗﺎﻝ ﺛﻘﻠﺘﻚ ﺃﻣﻚ ﺍﺑﻦ ﺃﻡ ﺳﻌﺪ ﻭﻫﻞ ﺗﺮﺯﻗﻮﻥ ﻭﺗﻨﺼﺮﻭﻥ ﺇﻻ ﺑﻀﻌﻔﺎﺋﻜﻢ
"Alangkah naif bagimu…. kalian diberi rezki dan kalian dimenangkan bukankah karena jasa-jasa duafa?"
Imam Nawawi juga menjelaskan status hukumnnya mustahab dan sangat utama mengedepankan kaum duafa.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!