HIKMAH | Memuliakan Kaum Duafa
VISI.NEWS - "Dhuafa" atau duafa adalah golongan yang banyak dianggap enteng oleh orang-orang di sekitarnya. Itu karena kurangnya dominasi mereka dalam berbagai hal.
Dalam pandangan Islam, keberadaan duafa menjadi ujian utama bagi manusia yang lain. Kondisi mereka yang duafa adalah hal yang diposisikan Allah SWT secara sementara waktu atau tidak permanen.
Orang yang kurang memandang mereka itu sebagai titipan Allah SWT adalah orang yang terbuai dengan posisinya dan kesuksesannya yang juga titipan Allah SWT, sama persis dengan kaum duafa.
Dengan sunnatullah, kaum duafa bisa saja jauh lebih sukses dari yang lain, di hari akhirat sudah pasti mereka lebih baik dari orang-orang yang meremehkan mereka, dan tidak berbuat semestinya:
( ﺃﻻ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﺄﻫْﻞِ ﺍﻟﺠَﻨَّﺔِ؟ ﻛُﻞُّ ﺿَﻌِﻴﻒ ﻣُﺘَﻀَﻌَّﻒ، ﻟَﻮْ ﺃَﻗْﺴَﻢَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟﻠﻪِ ﻷَﺑَﺮَّﻩُ، ﺃَﻻ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﺄﻫْﻞِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ؟ ﻛُﻞُّ ﻋُﺘُﻞٍّ ﺟَﻮّﺍﻅٍ ﻣُﺴْﺘَﻜْﺒِﺮٍ .(( ﻣُﺘَّﻔَﻖٌ ﻋَﻠَﻴﻪِ .
Rasulullah saw. bersabda, “Kusampaikan pada kalian ahli surga, setiap duafa yang dilemah-lemahkan orang di sekitarnya. Di saat ia bersumpah atau berdoa niscaya sumpah dan doa mereka dikabulkan. Kusampaikan pula pada kalian ahli neraka yaitu setiap orang yang selalu kasar, selalu berjalan congkak dan selalu menyombongkan segala hal."
Para nabi dan para pemimpin bangsa banyak yang awalnya ditakdirkan sebagai duafa umat, seperti Nabi Musa a.s., Dawud a.s., Syuaib a.s., Yusuf a.s. dan lainnya, bahkan Nabi Muhammad saw. adalah yatim piatu juga duafa.
Para ulama dalam tablig dan dakwah mereka mengentaskan selalu permasalahan duafa, walau kaum kaya dan kaum ningrat juga tetap jadi target pembinaan dan nasihat mereka.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!