GUS BASIR MENJAWAB | Pertanyaan Seputar Niat
Oleh Gus Basir
Pertanyaan
Kenapa lafadz niat salat berupa "اصلي " (pakai kalimat fi, il mudhorek) dan niat wudhu berupa " نويت " (pakai fi'il madhi). Bagaimana pula dalil mantuq dan mafhumnya ?
Jawaban
Ada sepenggal hadits yang isinya:
مِفْتاَحُ الصَّلاَةِ الطُّهُوْرُ.
Artinya, "Kunci (diterimanya atau sahnya) salat adalah bersuci." (HR Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, Hakim, Ibnu Majah, ad-Daruquthni, dan ad-Darimi).
Namun ada yang begitu selektif dalam pemakaian niat dalam dua hal ini.
Bahwasanya lafadh niat antara wudhu dan salat itu berbeda-beda. Karena titik beratnya adalah "Niat itu wajib, tapi talaffudh (mengucapkan) niat itu sunnah". Niat harus muqtarinah bil fi'li, talaffudh tidak harus muqoronah (karena tujuannya untuk mendikte atau mengingatkan pada hati) Jadi talaffudh niat wudhu dengan redaksi نويت itu sudah tepat, karena muqorinan bi awwal ghasli (bersamaan dengan awal pencucian).
Sedangkan talaffudh niat salat dengan redaksi أصلي juga sudah tepat, karena jika muqtarin bi awwalil fi'li jelas tidak mungkin talaffudh niat bersamaan dengan takbiratul ikhram, maka talaffudh dianjurkan qubaila awwalil fi'li tujuannya untuk mengingkatkan hati.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!