GUS BASIR MENJAWAB | Pertanyaan Seputar Niat
Perlu diketahui bahwa Fi'il Madhi itu punya 4 Zaman :
1. Zaman Madhi (zaman lampau/simple past tense ) seperti umumnya fiil madhi. Contoh : Nashoro, dhoroba, fa'ala.
2. Zaman Hal (zaman saat ini/present tense) seperti contoh : bi'tu, nawaitu, qobiltu, tholaqtu, isytaroitu, dll
3.Mustaqbal Litholab (zaman akan datang dalam rangka berharap), contoh : ghofarohullah laka, hafidzohulloh, rohimahulloh, barokallahu laka wajama'a bainakuma fi khoir.
4. Berzaman Istiqbal Dan Madhi, yaitu ketika jatuh setelah hamzah taswiah, misal sawaa-un alayya aqumta aw qo'adta...
Jadi untuk talafudz niat salat bisa dengan membaca "Nawaitu an usholliya" bisa, langsung "Usholli "bisa.
Begitu juga bisa mengkombinasikan dua fan ilmu yaitu fiqh dan balaghah :
1. Lafadz "نويت" berfaidah huduts dan bermakna madli atau tahqiq dan tidak berfaidah istimror sehingga qot'un (memutus) niat setelah niatnya sah itu tidak mencegah sahnya wudlu' misal kalian berwudlu' sampai basuhan tangan namun kalian hendak membatalkannya maka hal itu tidak dapat membatalkan niat wudlu' kalian, sehingga kalian bisa melanjutkan wudlu' kalian dengan niat melanjutkan wudlu'(mencuci anggota wudlu selanjutnya) kalian tanpa harus mengulang niat dari awal,
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!