Forum Sesepuh NU di Tebuireng Bahas Penanganan Bencana Aceh–Sumatra dan Polemik Internal PBNU

ED
Minggu, 7 Desember 2025 | 11:56 WIB
Bagikan
Forum Sesepuh NU di Tebuireng Bahas Penanganan Bencana Aceh–Sumatra dan Polemik Internal PBNU

VISI.NEWS | JAKARTA - Para kiai sepuh dan Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengadakan pertemuan besar di Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (6/12/2025). Silaturahmi yang berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh keprihatinan ini dinamai *Forum Sesepuh dan Mustasyar NU*. Pertemuan berjalan panjang dan mendalam, menguraikan dua isu besar yang dianggap sangat mendesak: bencana nasional yang terjadi di Aceh–Sumatra serta dinamika internal PBNU yang kini menjadi sorotan publik.

Dalam pembahasan mengenai bencana alam, forum menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban banjir bandang, longsor, dan rentetan bencana lain yang terjadi sepanjang November–Desember 2025. Para kiai menyoroti bahwa skala bencana kali ini tidak hanya besar, tetapi juga kompleks, karena infrastruktur banyak yang rusak, akses jalan terputus, jaringan listrik dan telekomunikasi terganggu, serta banyak daerah yang masih terisolasi. Mereka menegaskan perlunya peningkatan koordinasi antara BNPB, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan lembaga kemanusiaan agar penanganan di lapangan lebih terintegrasi.

Forum juga menggarisbawahi pentingnya percepatan penyaluran kebutuhan dasar bagi para pengungsi—mulai dari makanan siap saji, tenda, air bersih, selimut, alas tidur, hingga penanganan trauma psikologis. Para sesepuh NU menilai bahwa bencana kali ini memperlihatkan kerentanan sistem mitigasi di daerah-daerah rawan, sehingga pemerintah harus melakukan evaluasi nasional, termasuk memperkuat infrastruktur pengendali banjir, reforestasi kawasan hulu, dan penegakan hukum atas aktivitas industri yang merusak lingkungan.

Selain itu, forum juga menekankan bahwa masyarakat tidak boleh hanya menggantungkan harapan pada pemerintah. Para kiai sepuh mengajak warga NU, pesantren, Ansor-Banser, LAZISNU, dan lembaga sosial lain untuk menggerakkan solidaritas nyata. Menurut mereka, sejarah membuktikan bahwa jaringan pesantren adalah salah satu elemen terkuat dalam membantu korban bencana, terutama melalui dapur umum, posko kesehatan, dan distribusi logistik.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.