Festival Payung Nusantara Pertama Kali Digelar di Istana Mangkunegaran
VISI.NEWS | SOLO - Di pelataran Istana Mangkunegaran sampai ke Pendapa Agung, yang sehari-hari biasanya lengang selama 3 hari sejak Jumat sampai Minggu (2-4/9/2022) tampak hingar-bingar dan bertebaran payung berbagai ukuran dan corak yang beraneka ragam.
Selain suasana semarak dengan pameran payung khas Nusantara dan payung dari luar negeri, seperti Chiang Mai (Thailand), India dan Spanyol, di depan Bangsal Tosan yang merupakan kanopi Pendapa Agung Istana Mangkunegaran, terdapat panggung berukuran besar untuk pementasan berbagai kesenian yang terkait dengan payung.
Sedangkan di halaman depan Istana Mangkunegaran bagian luar yang dinamakan "Pamedan Mangkunegaran," digelar stand-stand kuliner khas Solo dan penjualan aneka macam cinderamata.
Selama tiga hari itu, di Istana Mangkunegaran digelar Festival Payung Nusantara (Fespin) ke-9 dengan tema yang berhubungan dengan keraton, yaitu "Tha Kingdom and Umbrella".
Fespin yang pertama kali digelar di dalam istana, yang selama ini hanya digunakan untuk kegiatan tradisi keraton yang tidak banyak melibatkan warga luar keraton.
Tema khusus yang diilhami koleksi payung adat Keraton, baik Keraton Surakarta maupun Istana Mangkunegaran yang biasa disebut sebagai "Songsong agung" untuk menaungi raja dan para bangsawan keraton pewaris dinasti Mataram tersebut.
Penyelenggara Fespin ke-9 menciptakan replika payung keraton dalam ukuran raksasa, yang dipajang di berbagai sudut halaman Istana Mangkunegaran.
Dalam Fespin ke-9, para perajin payung dari 58 daerah di Indonesia ikut serta dalam pameran produk payung tradisional dengan kekhasan masing-masing.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!