Erupsi Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup dan 150 Ribu Penumpang Terdampak
Penumpang disarankan menghubungi maskapai masing-masing untuk mengetahui apakah penerbangan tetap berjalan, ditunda, dialihkan, atau dibatalkan.
Langkah tersebut dinilai penting karena kondisi operasional masih dapat berubah mengikuti perkembangan penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Dengan kondisi yang belum dapat dipastikan, kedatangan penumpang ke bandara tanpa kepastian jadwal justru berpotensi menambah kepadatan dan menyulitkan proses penanganan.
Merak-Bakauheni Masih Beroperasi
Sementara itu, gangguan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau belum membuat layanan angkutan penyeberangan lintas Merak-Bakauheni dihentikan.
Dudy mengatakan berdasarkan pemantauan Kementerian Perhubungan, layanan penyeberangan di lintasan tersebut masih berjalan normal.
“Merak masih beroperasi. Terhadap gelombang, sampai sejauh ini belum ada laporan yang mengatakan bahwa kita harus menghentikan operasionalnya,” jelasnya.
Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan penumpang dan awak kapal.
Penyebaran abu menjadi faktor yang harus terus dipantau karena dapat memengaruhi kualitas udara dan kenyamanan masyarakat yang berada di sekitar kawasan terdampak.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!