AIA Minta BMKG Pantau Sebaran Abu Vulkanik Anak Krakatau dan Lakukan OMC
PN
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras./visi.news/ist.
VISI.NEWS — Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, meminta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau sebaran abu vulkanik Gunungapi Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu jalur penerbangan dan berdampak terhadap kesehatan masyarakat.
Andi Iwan juga meminta BMKG memperbarui serta menyebarluaskan informasi mengenai pergerakan abu vulkanik di atmosfer secara berkala. Menurutnya, informasi yang cepat dan akurat diperlukan agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak panik menghadapi kondisi tersebut.
“BMKG harus terus melakukan pemantauan sebaran abu vulkanik dan terus meng-update data informasi terkait sebaran abu vulkanik di atmosfer yang berdampak pada jalur penerbangan dan kesehatan, serta mendistribusikan informasi tersebut ke masyarakat sehingga tidak terjadi kepanikan,” kata Politisi yang akrab disapa AIA tersebut, Selasa (8/9/2026).
Selain pemantauan dan penyebarluasan informasi, Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan tersebut mendorong BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya untuk membantu meluruhkan abu vulkanik di atmosfer.
“BMKG harus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah untuk luruhkan abu vulkanik,” ujarnya.
Di sisi lain, Andi Iwan mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menutup sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bentuk mitigasi darurat akibat dampak abu vulkanik Gunung Api Anak Krakatau.
Menurutnya, keputusan tersebut perlu diapresiasi karena keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat.
“Tindakan ini perlu diapresiasi karena keselamatan penumpang di atas segala-galanya,” katanya.
Meski demikian, Andi Iwan meminta Kemenhub menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan penerbangan serupa. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah menyiapkan bandara alternatif apabila operasional Bandara Soekarno-Hatta kembali terdampak.
Ia mencontohkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang dinilai dapat menjadi salah satu alternatif karena masih dapat dijangkau dari Jakarta melalui transportasi darat.
“Misalnya Bandara Kertajati yang berada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang jaraknya bisa dijangkau melalui transportasi darat,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan bandara alternatif, Andi Iwan meminta Kemenhub menyiapkan transportasi lanjutan bagi penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.
Ia menilai ketersediaan angkutan bus menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan agar mobilitas penumpang tetap dapat berjalan ketika terjadi gangguan operasional penerbangan.
Andi Iwan juga meminta maskapai dan pihak terkait memastikan pengembalian dana tiket atau refund secara utuh 100 persen bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan akibat kondisi darurat.
“Kemenhub juga harus memastikan pengembalian dana tiket (refund) secara utuh 100 persen kepada penumpang. Kebijakan tersebut penting dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam situasi darurat,” pungkasnya.
Andi Iwan juga meminta BMKG memperbarui serta menyebarluaskan informasi mengenai pergerakan abu vulkanik di atmosfer secara berkala. Menurutnya, informasi yang cepat dan akurat diperlukan agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak panik menghadapi kondisi tersebut.
“BMKG harus terus melakukan pemantauan sebaran abu vulkanik dan terus meng-update data informasi terkait sebaran abu vulkanik di atmosfer yang berdampak pada jalur penerbangan dan kesehatan, serta mendistribusikan informasi tersebut ke masyarakat sehingga tidak terjadi kepanikan,” kata Politisi yang akrab disapa AIA tersebut, Selasa (8/9/2026).
Selain pemantauan dan penyebarluasan informasi, Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Selatan tersebut mendorong BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu upaya untuk membantu meluruhkan abu vulkanik di atmosfer.
“BMKG harus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai salah satu langkah untuk luruhkan abu vulkanik,” ujarnya.
Di sisi lain, Andi Iwan mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menutup sementara operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bentuk mitigasi darurat akibat dampak abu vulkanik Gunung Api Anak Krakatau.
Menurutnya, keputusan tersebut perlu diapresiasi karena keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama dalam kondisi darurat.
“Tindakan ini perlu diapresiasi karena keselamatan penumpang di atas segala-galanya,” katanya.
Meski demikian, Andi Iwan meminta Kemenhub menyiapkan langkah antisipatif untuk menghadapi potensi gangguan penerbangan serupa. Salah satu langkah yang dinilai penting adalah menyiapkan bandara alternatif apabila operasional Bandara Soekarno-Hatta kembali terdampak.
Ia mencontohkan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang dinilai dapat menjadi salah satu alternatif karena masih dapat dijangkau dari Jakarta melalui transportasi darat.
“Misalnya Bandara Kertajati yang berada di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang jaraknya bisa dijangkau melalui transportasi darat,” jelasnya.
Selain memastikan ketersediaan bandara alternatif, Andi Iwan meminta Kemenhub menyiapkan transportasi lanjutan bagi penumpang yang terdampak gangguan penerbangan.
Ia menilai ketersediaan angkutan bus menjadi salah satu hal yang perlu dipastikan agar mobilitas penumpang tetap dapat berjalan ketika terjadi gangguan operasional penerbangan.
Andi Iwan juga meminta maskapai dan pihak terkait memastikan pengembalian dana tiket atau refund secara utuh 100 persen bagi penumpang yang terdampak pembatalan penerbangan akibat kondisi darurat.
“Kemenhub juga harus memastikan pengembalian dana tiket (refund) secara utuh 100 persen kepada penumpang. Kebijakan tersebut penting dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam situasi darurat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!