Soal Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Yahya Zaini Minta Kemenkes Siapkan Fasilitas Kesehatan
PN
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Golkarr Yahya Zaini./visi.news/ist.
VISI.NEWS — Sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau hingga ke Jakarta memicu kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak paparan abu vulkanik, terutama terhadap kesehatan pernapasan dan mata.
Yahya mengatakan abu vulkanik tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat membahayakan sistem pernapasan dan menyebabkan iritasi pada mata. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh paparan abu vulkanik.
"Pertama, saya menyatakan rasa prihatin atas musibah erupsi Gunung Anak Krakatau yang abu vulkaniknya sampai ke Jakarta. Kedua, abu vulkanik merupakan material yang sangat berbahaya bagi pernapasan dan mengakibatkan iritasi kalau terkena mata karena mengandung silika," kata Yahya kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Politisi Partai Golkar itu meminta masyarakat mengikuti protokol perlindungan diri selama abu vulkanik masih berpotensi menyebar. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan pelindung mata.
Menurutnya, pengendara sepeda motor dan masyarakat yang menggunakan transportasi umum perlu memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan pernapasan karena berpotensi terpapar abu vulkanik saat berada di luar ruangan.
"Ketiga, saya meminta masyarakat untuk waspada dengan menggunakan masker kalau beraktivitas di luar rumah. Supaya aman dari bahaya abu vulkanik bagi pernapasan. Dan menggunakan kacamata supaya terhindar dari iritasi," tegasnya.
Di tengah sebaran abu vulkanik, Yahya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Warga juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Ia meminta masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi pemerintah terkait kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau serta potensi sebaran abu vulkanik.
"Keempat, saya minta masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetap di dalam rumah kecuali kalau ada kebutuhan untuk bekerja dengan memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.
Yahya menilai kewaspadaan masyarakat harus diikuti dengan kesiapan pemerintah. Ia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Menurutnya, fasilitas pelayanan kesehatan perlu dipersiapkan sejak dini, sehingga tidak kewalahan apabila jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan meningkat.
"Kelima, saya minta Kemenkes berkoordinasi dengan Pemda DKI untuk menyiapkan sarana rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan jika berdampak bagi munculnya penyakit pernapasan seperti ISPA," tegas Yahya.
Ia menilai pemerintah tidak boleh menunggu hingga kasus gangguan pernapasan meningkat baru mengambil langkah penanganan. Antisipasi perlu dilakukan sejak abu vulkanik mulai berdampak terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat.
Selain fasilitas kesehatan, Yahya juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan alat pelindung diri, terutama masker, bagi masyarakat.
Ia mengingatkan apotek maupun penjual masker agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk menaikkan harga secara berlebihan. Menurutnya, kebutuhan perlindungan masyarakat harus tetap tersedia dengan harga yang wajar selama kondisi abu vulkanik masih berlangsung.
Yahya mengatakan abu vulkanik tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat membahayakan sistem pernapasan dan menyebabkan iritasi pada mata. Karena itu, masyarakat diminta tidak menganggap remeh paparan abu vulkanik.
"Pertama, saya menyatakan rasa prihatin atas musibah erupsi Gunung Anak Krakatau yang abu vulkaniknya sampai ke Jakarta. Kedua, abu vulkanik merupakan material yang sangat berbahaya bagi pernapasan dan mengakibatkan iritasi kalau terkena mata karena mengandung silika," kata Yahya kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Politisi Partai Golkar itu meminta masyarakat mengikuti protokol perlindungan diri selama abu vulkanik masih berpotensi menyebar. Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan masker dan pelindung mata.
Menurutnya, pengendara sepeda motor dan masyarakat yang menggunakan transportasi umum perlu memberikan perhatian lebih terhadap perlindungan pernapasan karena berpotensi terpapar abu vulkanik saat berada di luar ruangan.
"Ketiga, saya meminta masyarakat untuk waspada dengan menggunakan masker kalau beraktivitas di luar rumah. Supaya aman dari bahaya abu vulkanik bagi pernapasan. Dan menggunakan kacamata supaya terhindar dari iritasi," tegasnya.
Di tengah sebaran abu vulkanik, Yahya mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik. Warga juga dianjurkan mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak.
Ia meminta masyarakat tetap mengikuti perkembangan informasi dan arahan resmi pemerintah terkait kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau serta potensi sebaran abu vulkanik.
"Keempat, saya minta masyarakat tetap tenang, tidak panik, tetap di dalam rumah kecuali kalau ada kebutuhan untuk bekerja dengan memperhatikan protokol kesehatan," ujarnya.
Yahya menilai kewaspadaan masyarakat harus diikuti dengan kesiapan pemerintah. Ia meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk mengantisipasi kemungkinan meningkatnya gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.
Menurutnya, fasilitas pelayanan kesehatan perlu dipersiapkan sejak dini, sehingga tidak kewalahan apabila jumlah masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan meningkat.
"Kelima, saya minta Kemenkes berkoordinasi dengan Pemda DKI untuk menyiapkan sarana rumah sakit, tenaga medis, tenaga kesehatan dan obat-obatan yang diperlukan jika berdampak bagi munculnya penyakit pernapasan seperti ISPA," tegas Yahya.
Ia menilai pemerintah tidak boleh menunggu hingga kasus gangguan pernapasan meningkat baru mengambil langkah penanganan. Antisipasi perlu dilakukan sejak abu vulkanik mulai berdampak terhadap permukiman dan aktivitas masyarakat.
Selain fasilitas kesehatan, Yahya juga meminta pemerintah memastikan ketersediaan alat pelindung diri, terutama masker, bagi masyarakat.
Ia mengingatkan apotek maupun penjual masker agar tidak memanfaatkan situasi bencana untuk menaikkan harga secara berlebihan. Menurutnya, kebutuhan perlindungan masyarakat harus tetap tersedia dengan harga yang wajar selama kondisi abu vulkanik masih berlangsung.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!