Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026 Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin Penggalangan Dana 5 Aug 2026 Mediasi Qatar Picu Harapan Redanya Ketegangan AS-Iran 5 Aug 2026 Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan atas Status Tersangka 5 Aug 2026 Rakornas Dukcapil Perkuat Sinergi Layanan Administrasi Kependudukan Nasional 5 Aug 2026 Resmi Dibuka! Link 'War Tiket' Upacara HUT ke-81 RI di Istana 5 Aug 2026 PIHPS: Cabai Rawit Merah Rp45.150, Telur Ayam Rp24.000 per Kg 5 Aug 2026 Harga Emas Antam Turun Rp4.000, Kini Rp2.599.000 per Gram 5 Aug 2026 Disporaparbud Jember Koordinasi dengan BPCB Jatim Amankan Situs Gumuk Lesung dari Kerusakan 5 Aug 2026 Identitas Perempuan Tersambar KA Pangrango di Sukabumi Belum Terungkap 5 Aug 2026 Disdik Sukabumi Sebut Ijazah Korban Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya Masih Didata 5 Aug 2026

Dunia Internasional Mengecam, Taliban Larang Wanita Afghanistan Masuki Universitas

ED
Kamis, 22 Desember 2022 | 07:35 WIB
Bagikan
Dunia Internasional Mengecam, Taliban Larang Wanita Afghanistan Masuki Universitas

Sementara itu, Juru Bicara Kepresidenan Türkiye İbrahim Kalın turun ke Twitter untuk menyuarakan keprihatinannya.

"Pemerintahan Taliban mengambil keputusan melarang mahasiswi memasuki universitas di Afghanistan. Sebuah keputusan yang bertentangan dengan semangat Islam. Larangan ini tidak memiliki tempat dalam agama," tulisnya.

Washington mengutuk keputusan itu "dalam istilah terkuat."

"Taliban tidak bisa berharap menjadi anggota yang sah dari komunitas internasional sampai mereka menghormati hak semua orang di Afghanistan. Keputusan ini akan membawa konsekuensi bagi Taliban," kata Menteri Luar Negeri Antony Blinken dalam sebuah pernyataan.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, sementara itu, "sangat khawatir," kata juru bicaranya Selasa.

"Sekretaris Jenderal menegaskan kembali bahwa penolakan pendidikan tidak hanya melanggar persamaan hak perempuan dan anak perempuan, tetapi akan berdampak buruk pada masa depan negara," kata Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan.

Larangan pendidikan tinggi datang kurang dari tiga bulan setelah ribuan anak perempuan dan perempuan diizinkan mengikuti ujian masuk universitas di seluruh negeri, dengan banyak yang bercita-cita memilih mengajar dan kedokteran sebagai karir masa depan.

Sebagian besar gadis remaja di seluruh negeri telah dilarang dari sekolah menengah, bagaimanapun juga sangat membatasi penerimaan universitas.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.