Detik Mencekam Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa
Salah satu korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8. /visi.news/kemenhub
Rinto kemudian dievakuasi bersama sejumlah penumpang lain menggunakan MV Haida. Kapal tersebut membawa para korban selamat menuju Banjarmasin dan akhirnya bersandar di Pelabuhan Trisakti pada Minggu petang.
Para korban yang berhasil dievakuasi kemudian menjalani pemeriksaan kesehatan di posko yang disiapkan di kawasan pelabuhan. Keluarga penumpang juga berdatangan untuk mencari informasi mengenai anggota keluarganya yang berada dalam perjalanan tersebut.
Peristiwa ini tidak hanya menyisakan cerita tentang kepanikan penumpang, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai aspek keselamatan pelayaran, kesiapan awak kapal menghadapi keadaan darurat, hingga pengelolaan muatan.
Pakar transportasi laut sekaligus Dekan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Surabaya, Setyo Nugroho, sebelumnya menyoroti besarnya faktor manusia dalam kecelakaan kapal di Indonesia.
Menurut Setyo, sekitar 90 persen kecelakaan kapal berkaitan dengan kelalaian manusia. Ia mencontohkan bentuk kelalaian yang dapat mencakup kurangnya pemeliharaan mesin hingga tidak dilakukannya perhitungan stabilitas muatan secara tepat.
Setyo juga menyebut persoalan muatan sebagai salah satu faktor penting. Dari kelalaian manusia tersebut, menurutnya, sekitar 80 persen berkaitan dengan muatan yang tidak ditangani secara benar.
Pandangan tersebut menjadi relevan untuk melihat kecelakaan Virgo Transport 8, terutama karena kesaksian korban menyebut keberadaan truk dan kendaraan berat di dalam kapal ketika badan kapal mulai miring. Meski demikian, penyebab pasti kapal terbalik tetap harus ditentukan melalui investigasi resmi dan tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan kesaksian awal para korban.
Kecelakaan Virgo Transport 8 juga kembali mengingatkan bahwa keselamatan pelayaran tidak hanya bergantung pada kondisi kapal dan cuaca, tetapi juga kesiapan prosedur darurat, komunikasi kepada penumpang, ketersediaan alat keselamatan, pengaturan muatan, serta kemampuan awak kapal mengambil tindakan dalam situasi kritis.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!