Detik Mencekam Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa
Salah satu korban kecelakaan KMP Virgo Transport 8. /visi.news/kemenhub
“Tapi yang lain, ibu-ibu yang tinggal di kamar ekonomi ya, itu mungkin nggak selamat karena terlalu cepat kapal ini kemiringannya. Sedangkan alarm pemberitahuan aja nggak ada. Nggak ada tanda-tanda. Yang keluar ini kan sopir-sopir aja, orang laki-laki. Yang di kamar-kamar belum bisa keluar,” ujar Ahmad.
Kesaksian mengenai tidak terdengarnya alarm atau pemberitahuan bahaya juga disampaikan penumpang lainnya.
Agus, seorang sopir ekspedisi asal Palangkaraya, sedang berada di ruang tidur ketika kapal mulai miring. Ia baru mengetahui adanya kondisi darurat setelah diberi tahu oleh teman sesama sopir.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari, saat sebagian besar penumpang sedang tidur. Agus mengaku tidak mendengar pengumuman dari awak kapal yang memberi tahu penumpang mengenai kondisi bahaya.
“Waktu saya bangun itu tidak ada. Cuma dengar dari teman-teman bahwa kapal miring,” kata Agus.
Agus kemudian berusaha menyelamatkan diri dan masuk ke sekoci. Sekoci tersebut ditumpangi tujuh orang, terdiri atas dua anak buah kapal dan empat penumpang termasuk Agus.
Sekoci itu kemudian terombang-ambing di tengah laut selama berjam-jam. Agus menyebut mereka berada di laut sejak sekitar pukul 01.00 hingga pukul 08.00.
Situasi semakin menegangkan ketika tali sekoci terlepas. Sekoci pun terbawa arus dan menjauh dari lokasi awal.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!