DARI PONPES KE PONPES | Tokoh Besar Pendiri Ponpes Leuwimunding dan Cisambeng di Majalengka
Rekam jejak nyantri Mama K.H. Muhammad Qusyaeri, dimulai saat ia mondok pertama di pondok pesantren Mama Kiai Dulloh dari Koja, yang merupakan salah satu sahabatnya dari ayahnya, Mama Kiai Soleh.
Di sana ia menimba ilmu beberapa tahun, kemudian dilanjutkan ke pondok pesantren yang ada di Leuwiliang, yang kiainya merupakan salah satu sahabat ayahnya juga. Lalu diteruskan lagi ke Pondok Pesantren As-Salafiyah Dawuan yang diasuh oleh Mama Kyai Dimyati.
Setelah selesai menimba ilmu dari Mama Kiai Dimyati, Mama Kiai Qusyaeri masih tetap melanjukan untuk mondok di Pondok Pesantren Trajaya yang saat itu diasuh oleh Mama Kiai Fatah seorang ulama sangat tersohor pada jamannya.
Sampai akhirnya ia, Mama KH. Muhammad Qusyaeri melanjutkan mondok ke salah satu pondok pesantren yang ada di Cirebon yakni Balerante dan Babakan Ciwaringin. Di Babakan Ciwaringin di Pondok Pesantren Raudlatut Tholibin yang diasuh oleh Al Mafhrurllah Syikhona Mama K.H. Amin Sepuh yang menjadi salah satu pondok pesantren tertua yang ada di Cirebon.
Kebiasaan Mama KH Muhammad Qusyaeri
Kebiasaan Mama Kiai Muhammad yang selalu istiqomah dalam melakukan kegiatan silaturahmi memang sangat rutin sekali dilaksanakan, sehingga Mama Kiai Muhammad selalu lebih dulu untuk mendatangi rumah-rumah alumni, kerabat dan masyarakat.
Dalam melakukan silaturahmi ini, Mama Kiai Muhammad selalu didampingi oleh salah satu santrinya atau khodim hanya dengan menggunakan kendaraan umum atau terkadang juga hanya berjalan kaki. Baru setelah sampai di perempatan Jatiwangi, Mama Kiai Muhammad biasanya langsung saja memanggil becak yang sudah menjadi langganan sebagai kendaraan kiai untuk berkeliling siulaturahmi. Biasanya Mama Kiai Muhammad berkeliling sampai ke daerah Kertajati, Jatitujuh, Bantrangsana dan daerah-daerah lainnya. Bahkan ada sebuah kebiasaan, yang mana kebiasaan yang selalu kiai lakukan, sering bersedekah ketika berangkat dan berjalan menuju Masjid Desa Cisambeng untuk melaksanakan jum’atan, Mama Kiai Muhammad selalu membawa uang recehan untuk dibagikan kepada anak- anak kecil yang sudah berkerumun di pinggir jalan sampai bale desa
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!