Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026 Iran Hentikan Serangan Balasan, Peluang Dialog dengan AS Kembali Terbuka 27 Jul 2026 SOSOK | Destry Damayanti, Ekonom Senior yang Kini Memimpin Bank Indonesia 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026 Iran Hentikan Serangan Balasan, Peluang Dialog dengan AS Kembali Terbuka 27 Jul 2026 SOSOK | Destry Damayanti, Ekonom Senior yang Kini Memimpin Bank Indonesia 27 Jul 2026

Budi Kanang: Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Desi Rossilawati
PN
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:55 WIB
Bagikan
Budi Kanang: Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Anggota Komisi VI DPR RI Budi Kanang./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA -  Anggota Komisi VI DPR RI, Budi S Kanang, menilai kenaikan harga BBM non-subsidi di tengah pelemahan rupiah berpotensi menekan daya beli kelas menengah. Menurutnya, kelompok ini menjadi salah satu pihak yang paling rentan karena tidak mendapatkan perlindungan seperti subsidi atau operasi pasar yang umumnya menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kelas menengah ini yang pasti berdampak. Kalau kelas menengah ke bawah masih ada subsidi, operasi pasar, dan lain sebagainya. Kelas menengah tidak mungkin mendapatkan itu,” ujar Kanang di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Budi mengatakan, dampak pelemahan rupiah tidak bisa dipandang ringan. Ia menilai pergerakan kurs yang terus melemah dan penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) telah menambah tekanan ekonomi rumah tangga, termasuk melalui kenaikan harga barang konsumsi sehari-hari.

“Dampak daripada dolar yang membumbung tinggi, IHSG yang merosot, ini juga menjadi beban rakyat. Kenyataannya akibat pelemahan rupiah, beberapa kebutuhan konsumsi harian masyarakat juga meningkat,” katanya.

Ia memperingatkan bahwa jika tekanan biaya hidup terus meningkat sementara perlindungan sosial tidak menjangkau kelompok menengah, maka sebagian masyarakat berisiko turun kelas secara ekonomi. 

 
“Kelas menengah ini akan banyak yang turun menjadi tidak mampu. Dan kalau sudah turun, naik lagi itu susah. Ini yang harus hati-hati,” tegas politisi Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Menurut Budi, pemerintah perlu melihat persoalan ini secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi stabilitas makro, tetapi juga dari dampaknya terhadap kemampuan belanja rumah tangga. Ia menilai komunikasi kebijakan terkait penyesuaian harga BBM non-subsidi juga perlu diperbaiki agar DPR dan publik mendapatkan penjelasan yang memadai mengenai alasan dan konsekuensi kebijakan tersebut.

Budi menambahkan, pemerintah perlu menjaga agar tekanan biaya hidup tidak semakin menggerus konsumsi masyarakat. Menurutnya, konsumsi rumah tangga merupakan salah satu penopang penting pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga perlindungan terhadap daya beli kelompok menengah perlu menjadi bagian dari strategi stabilitas ekonomi ke depan.

“Kita harus menjaga agar daya beli tidak terus tergerus. Kalau konsumsi rumah tangga melemah, dampaknya akan menjalar ke banyak sektor,” pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.