Polisi Dalami Penyebab Ledakan Rumah Grand Polonia Medan 22 Jul 2026 Daftar 5 Negara dengan Harga LPG Termahal dan Termurah 22 Jul 2026 Dua WNI Disandera di Myanmar, Sarifah Minta Keselamatan Diutamakan 22 Jul 2026 Profil Kuntadi, Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah 22 Jul 2026 Prabowo Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia 22 Jul 2026 Rupiah Melemah Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed 22 Jul 2026 Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional 22 Jul 2026 Daftar Pejabat Baru Kejagung: Wakil Jaksa Agung hingga Jampidsus 22 Jul 2026 Tantri Kotak Syok Dipeluk Penonton Saat Manggung di Ciletuh 22 Jul 2026 Jadwal Piala Presiden 2026, Persib Hadapi Arema di Laga Pembuka 22 Jul 2026 Polisi Dalami Penyebab Ledakan Rumah Grand Polonia Medan 22 Jul 2026 Daftar 5 Negara dengan Harga LPG Termahal dan Termurah 22 Jul 2026 Dua WNI Disandera di Myanmar, Sarifah Minta Keselamatan Diutamakan 22 Jul 2026 Profil Kuntadi, Jampidsus Baru Pengganti Febrie Adriansyah 22 Jul 2026 Prabowo Lantik Donny Ermawan sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia 22 Jul 2026 Rupiah Melemah Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed 22 Jul 2026 Prabowo Resmi Lantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional 22 Jul 2026 Daftar Pejabat Baru Kejagung: Wakil Jaksa Agung hingga Jampidsus 22 Jul 2026 Tantri Kotak Syok Dipeluk Penonton Saat Manggung di Ciletuh 22 Jul 2026 Jadwal Piala Presiden 2026, Persib Hadapi Arema di Laga Pembuka 22 Jul 2026

Rupiah Melemah Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Desi Rossilawati
Rabu, 22 Juli 2026 | 16:08 WIB
Bagikan
Rupiah Melemah Dipicu Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga The Fed

Nilai tukar rupiah./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Pelemahan mata uang Garuda dipengaruhi meningkatnya ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve (The Fed) akan menaikkan suku bunga pada 2026.

Pada penutupan perdagangan, rupiah melemah 29 poin atau 0,16 persen ke level Rp17.888 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed meningkat seiring tingginya harga minyak dunia akibat gangguan pasokan yang memicu kekhawatiran inflasi.

"Ekspektasi bahwa The Fed mungkin akan meningkatkan laju kenaikan suku bunga pada tahun 2026 meningkat tajam, didorong oleh harga minyak yang tinggi karena gangguan pasokan di Teluk memicu kekhawatiran inflasi dan memicu spekulasi tentang suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama," ujarnya.

Berdasarkan data Prime Terminal, probabilitas The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan pekan depan mencapai 78 persen. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga pada September diperkirakan berada di kisaran 68 persen.

Sentimen tersebut dipengaruhi berlanjutnya konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran yang telah memasuki hari ke-11. Di sisi lain, investor juga mencermati ancaman blokade angkatan laut di Laut Merah oleh kelompok Houthi Yaman terhadap Arab Saudi.

Kondisi tersebut mendorong sejumlah kapal tanker minyak mengubah jalur pelayaran, sehingga memunculkan kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan minyak global serta meningkatnya biaya pengiriman dan asuransi.

"Ancaman blokade ini muncul ketika lalu lintas maritim telah terganggu oleh permusuhan di sekitar Selat Hormuz, jalur penting bagi pengiriman minyak global, yang menambah kekhawatiran bahwa gangguan yang berkepanjangan dapat semakin mengurangi pasokan yang tersedia dan meningkatkan biaya pengiriman dan asuransi," kata Ibrahim.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.