Bocah Siak Tewas Diduga Dianiaya Ibu Tiri
Ilustrasi./visi.news/ai.
VISI.NEWS | RIAU - Kasus kematian seorang bocah laki laki berusia 6 tahun di Desa Kerinci Kiri, Kecamatan Kerinci Kanan, Kabupaten Siak, menyisakan duka mendalam sekaligus sorotan hukum. Korban diduga meninggal dunia setelah mengalami kekerasan fisik berulang selama tiga hari berturut turut. Terduga pelaku dalam kasus ini adalah ibu tirinya sendiri, SAS, perempuan berusia 25 tahun.
Peristiwa ini diungkap Polres Siak melalui Kapolres Siak, AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, yang disampaikan Kasat Reskrim AKP Raja Kosmos Parmulai. Berdasarkan keterangan kepolisian, rangkaian kekerasan terhadap korban diduga terjadi sejak Selasa (5-7/5/2026) malam, sebelum akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.
Kronologi awal bermula pada Selasa (5/5/2026). Saat itu, tersangka disebut emosi karena korban dianggap terlalu lama bermain di rumah tetangga. Kemarahan tersebut kemudian berujung pada kekerasan fisik terhadap korban.
“Rentetan kekerasan bermula pada Selasa, 5 Mei 2026. Tersangka mengaku emosi karena korban dianggap terlalu lama bermain di rumah tetangga. Tanpa ampun, tersangka memukul tulang kering korban menggunakan kayu bulat sepanjang 30 cm,” ungkap AKP Kosmos dikutip dalam keterangannya, Senin (11/5/2026).
Kekerasan terhadap korban tidak berhenti pada hari itu. Pada Rabu (6/5/2026), tersangka kembali marah setelah mendapati korban buang air di celana saat bangun tidur. Dalam keterangan polisi, tersangka kemudian memukul punggung korban dengan kayu yang sama. Pemukulan itu disebut terjadi karena korban tidak mengaku.
Memasuki Kamis (7/5/2026), situasi semakin tragis. Pada hari ketiga, tersangka kembali meluapkan kemarahannya kepada korban. Kali ini, pemicunya disebut karena korban menolak makan siang. Dalam kondisi marah, tersangka melempar kepala bagian kiri korban menggunakan batu bata.
Polisi menyebut tindakan itu masih berlanjut setelah kejadian pertama. Batu bata yang digunakan untuk melempar korban kemudian dibawa masuk ke dalam rumah. Saat korban dan tersangka duduk berhadapan di meja makan, kekerasan kembali terjadi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!