Biaya Haji 2027 Ditargetkan Disepakati Pekan Depan
Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf./visi.news/amphuri.
VISI.NEWS - Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, berharap Panitia Kerja (Panja) Haji DPR RI dan Panja Haji pemerintah dapat menyepakati besaran biaya haji 2027 dalam satu pekan ke depan.
Irfan Yusuf mengatakan pembahasan besaran biaya haji masih berlangsung. Hingga Senin, pembahasan tersebut disebut telah mencapai sekitar 85 persen.
“Panja Haji DPR dan Panja Haji kita sedang bicara terus kita menghitung terus untuk memastikan menetapkan berapa angka yang paling layak dan sampai hari ini mungkin belum 100 persen selesai masih sekitar 85 persen,” ujar Irfan Yusuf di Jakarta, Senin.
Pria yang biasa disapa Gus Irfan itu mengatakan pembahasan dilakukan untuk mendapatkan angka biaya haji yang dinilai paling layak bagi jamaah.
Ia berharap pembahasan segera rampung sehingga besaran biaya yang harus dibayarkan jamaah dapat ditetapkan dan selanjutnya diajukan kepada Presiden.
“Insya Allah dalam satu minggu ke depan kita akan bisa ada kesepakatan tentang angka yang harus dibayar oleh jamaah yang akan kita ajukan ke Presiden,” kata dia.
Usulan BPIH 2027 Rp107,3 Juta
Kepastian biaya haji akan membantu jamaah yang masuk daftar tunggu tahun berjalan dalam menyiapkan uang pelunasan. Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah dapat mempersiapkan berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan ibadah haji, baik di dalam maupun luar negeri.
Sebelumnya, pemerintah mengusulkan rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 sebesar Rp107.340.172,02 per orang.
Komposisi usulan tersebut terdiri atas:
-
Bipih sebesar Rp42.936.068,81 atau 40 persen.
-
Nilai manfaat sebesar Rp64.404.103,21 atau 60 persen.
Jamaah Diminta Siapkan Fisik dan Mental
Selain persoalan biaya, Gus Irfan mengingatkan calon jamaah haji untuk mempersiapkan diri secara menyeluruh sebelum berangkat ke Tanah Suci.
Menurut dia, persiapan tidak hanya mencakup aspek keuangan, tetapi juga kondisi fisik dan mental jamaah.
“Kepada jamaah saya minta pertama tentu menyiapkan fisik maupun mental dan juga menyiapkan keuangan,” katanya.
Gus Irfan menekankan kesiapan fisik menjadi hal penting karena rangkaian ibadah haji membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Karena itu, jamaah diminta mulai memperhatikan kondisi fisik sejak sebelum keberangkatan.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!