Suahasil Nazara: Arsitek Fiskal di Kursi Menkeu
VISI.NEWS – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia ke-31 pada Senin (14/9/2026). Penunjukan tersebut mengakhiri masa jabatan Purbaya Yudhi Sadewa sekaligus menempatkan salah satu teknokrat ekonomi paling berpengalaman di Indonesia sebagai pengelola fiskal negara.
Bagi kalangan ekonom, birokrat, dan pelaku usaha, nama Suahasil Nazara bukanlah sosok baru. Selama lebih dari satu dekade, ia berada di lingkaran inti perumusan kebijakan fiskal nasional, mulai dari pengentasan kemiskinan, desentralisasi fiskal, hingga penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Lahir di Jakarta pada 23 November 1970, Suahasil berasal dari keluarga yang memiliki jejak kuat dalam dunia pemerintahan. Ia merupakan putra Hanati Nazara, tokoh asal Nias yang pernah menjabat Bupati Nias dan anggota DPR RI. Marga Nazara sendiri merupakan salah satu mado atau klan dalam masyarakat Nias.
Sejak muda, Suahasil dikenal sebagai pribadi yang menonjol dalam bidang akademik. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia pada 1994. Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Amerika Serikat dan meraih gelar Master of Science (MSc) dari Cornell University pada 1997. Puncak pendidikan akademiknya diraih pada 2003 setelah memperoleh gelar Doctor of Philosophy (PhD) bidang ekonomi dari University of Illinois Urbana-Champaign.
Karier akademiknya berkembang pesat. Pada Maret 1999 ia resmi menjadi Pegawai Negeri Sipil sekaligus dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Hanya dalam satu dekade, Suahasil berhasil meraih gelar Guru Besar atau Profesor Ilmu Ekonomi pada Oktober 2009, sebuah pencapaian yang menegaskan reputasinya sebagai ekonom pembangunan yang disegani.
Di lingkungan Universitas Indonesia, Suahasil pernah dipercaya memimpin sejumlah posisi strategis, di antaranya Kepala Lembaga Demografi FEB UI, Ketua Departemen Ilmu Ekonomi, serta berbagai jabatan akademik lainnya. Keahliannya banyak berfokus pada ekonomi pembangunan, fiskal negara, kemiskinan, dan pembangunan wilayah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!