AMSI Soroti Bahaya FIMI: Manipulasi Informasi Asing yang Kian Ancam Jurnalisme dan Ruang Publik
talkshow dan sharing session bertajuk “Melawan Disinformasi dan FIMI melalui Cek Fakta serta Literasi Digital” yang digelar di Jakarta, Kamis (11/6/2026)./visi.news/ist.
Strategi tersebut, kata dia, tidak hanya bertujuan menyebarkan informasi menyesatkan, tetapi juga membanjiri ruang publik sehingga informasi yang kredibel tenggelam di tengah kebisingan informasi.
“Ketika media kredibel tetap bertahan, mereka akan menjadi target berikutnya. Mulai dari serangan digital, doxxing, hingga ancaman fisik,” ujarnya.
Menurut dia, tujuan akhir dari praktik tersebut adalah mengikis kepercayaan publik terhadap media dan meruntuhkan otoritas kebenaran dalam ruang informasi.
Sementara itu, Co-founder dan Chief Editor Konde.co, Luviana Ariyanti, membagikan pengalaman medianya menghadapi serangan narasi yang menuduh organisasi tersebut sebagai “antek asing”.
Ia menuturkan serangan tersebut menguat pada 2025 setelah Konde.co menerima dukungan pendanaan dari Media Development Investment Fund (MDIF). Narasi serupa kemudian muncul kembali ketika sejumlah media independen meliput aksi-aksi sipil dan isu demokrasi.“Kami melihat ada pola narasi yang terus berulang mengenai operasi asing. Belakangan kami memahami bahwa pola seperti itu bisa dibaca dalam kerangka FIMI,” kata Luviana.
Menurut dia, serangan serupa juga menyasar sejumlah media lain seperti Project Multatuli, Tempo, dan Remotivi. Narasi yang dibangun bertujuan mendelegitimasi media dan kelompok masyarakat sipil dengan mengaitkannya pada kepentingan asing.
Editor Dialeksis, Alfi Nora sebagai salah satu peserta fellowship, mengakui konsep FIMI masih relatif baru bagi publik Indonesia. Karena itu, salah satu tantangan terbesar media adalah menjelaskan fenomena tersebut secara sederhana dan relevan dengan konteks domestik.
“Ketika kami mempublikasikan konten tentang FIMI, banyak pembaca yang bertanya, siapa sebenarnya aktornya di Indonesia?” ujar Alfi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!