Amalan bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Ilustrasi./visi.news/ist.
Dalam sebuah riwayat, disebutkan kisah Aisyah radhiyallahu ‘anha yang menangis karena mengalami haid saat pelaksanaan haji wada’. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menenangkannya dan bersabda:
“Haid merupakan keadaan yang Allah tetapkan untuk para putri Adam. Lakukan seperti yang dilakukan jamaah haji, selain thawaf di Ka’bah.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Niat tetap bernilai pahala
Islam juga menegaskan bahwa seseorang tetap dapat memperoleh pahala dari niat kebaikan yang terhalang oleh keadaan tertentu.
Allah berfirman:
“وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ”
“Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah.” (QS. An-Nisa: 100)
Menurut Ustadz Ammi Nur Baits, kaidah ini berlaku secara umum untuk seluruh amal kebaikan, tidak terbatas pada hijrah.
Hal ini juga diperkuat oleh sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!