IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026 IKAPJ Santuni 448 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi di Polije 28 Aug 2026 Dari Tenaga Honorer, Muhamad Dahlan Kini Pimpin SDN Girimekar dengan Program Pendidikan Berkarakter 28 Aug 2026 Harga Tiket Mahal, The Jakmania Boikot Laga Persija vs Brisbane Roar 28 Aug 2026 Hasil FP1 MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez Tercepat 28 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026 Lengkap 28 Aug 2026 Toyota Camry Terbakar di Tol MBZ Arah Cikampek 28 Aug 2026 Destry Damayanti Resmi Jadi Gubernur Bank Indonesia 2026-2031 28 Aug 2026 Pesawat Tempur F-16 Lalu-lalang di Jakarta, Ini Penjelasan TNI AU 28 Aug 2026 3 Faktor Gaya Hidup yang Bisa Picu Penuaan Dini 28 Aug 2026 Ahli Ungkap Waktu Tidur yang Tepat untuk Jaga Energi 28 Aug 2026

Polisi Dalami Dugaan Pencabulan Murid Oleh Guru Ngaji di Bogor

Desi Rossilawati
Senin, 13 Juli 2026 | 15:54 WIB
Bagikan
Polisi Dalami Dugaan Pencabulan Murid Oleh Guru Ngaji di Bogor

Ilustrasi./visi.news/ist.

VISI.NEWS - Penanganan dugaan pencabulan terhadap seorang anak di bawah umur yang diduga dilakukan guru ngaji di Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, masih memasuki tahap penyelidikan. Aparat kepolisian menegaskan proses hukum dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan perlindungan terhadap korban sekaligus memastikan seluruh alat bukti terkumpul sebelum pemeriksaan terhadap pihak terlapor dilakukan.

Kasatres PPA OPO Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, mengatakan penyidik saat ini baru memeriksa saksi pelapor. Pemeriksaan terhadap korban dijadwalkan setelah proses administrasi dan pendampingan yang diperlukan dipersiapkan.

"Iya (masih diselidki) masih dijadwalin sama penyidik (pemeriksaan korban). Baru pelapor saja (yang diperiksa)," kata Silfi dalam keterangannya dikutip, Senin (13/7/2026).

Menurutnya, penyelidikan akan dilanjutkan melalui pemeriksaan saksi saksi lain, pelaksanaan visum, serta pendampingan psikologis terhadap korban. Tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan perkara yang melibatkan anak agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan sekaligus memperhatikan kondisi psikologis korban.

"Iya sesuai proses, panggil saksi saksi dulu. Terus rujuk visum, psikolog dulu untuk korban, baru undangan terlapor," ungkapnya.

Kasus ini bermula dari laporan orang tua korban yang disampaikan kepada kepolisian pada Sabtu, 11 Juli 2026. Korban yang masih berusia di bawah umur diduga mengalami pelecehan seksual oleh guru ngaji di wilayah Parung. Laporan tersebut kemudian diterima petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu dan dilanjutkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Bogor untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Parung Kompol Maman Firmansyah sebelumnya membenarkan bahwa korban merupakan anak di bawah umur dan terduga pelaku berprofesi sebagai guru ngaji.

"(Korban) masih di bawah umur. (Terduga) guru ngaji," kata Maman.

Halaman :

1 2

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.