Akhir Damai Kasus Es Jadul Viral: Aparat Datang Minta Maaf, Pedagang Dapat Dukungan Usaha
Dukungan juga datang dari kepolisian. Sebelumnya, Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras telah lebih dulu menemui Suderajat dan memberikan bantuan berupa satu unit sepeda motor serta modal usaha tunai.
Di tingkat Polda, permintaan maaf resmi juga disampaikan kepada publik. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menegaskan tindakan personel di lapangan saat itu dimaksudkan sebagai bentuk edukasi dan pengawasan keamanan pangan, namun diakui menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.
“Kami dari Polda Metro Jaya menyampaikan permohonan maaf apabila dalam upaya tindakan yang dilakukan oleh personel kami menimbulkan persepsi yang kurang baik ataupun kurang tepat. Tujuannya adalah untuk memberikan edukasi,” kata Budi Hermanto di Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/1).
Ia menekankan bahwa kepolisian tidak memiliki niat menghambat usaha masyarakat, terutama pelaku UMKM. “Kepolisian tidak pernah mematikan atau menghambat usaha UMKM masyarakat. Namun, apa pun itu, kami memahami secara psikologi adanya kekecewaan publik,” tegasnya.
Saat ini, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya masih melakukan pemeriksaan terhadap personel yang terlibat. “Kami akan mendalami peristiwa ini dan Bidpropam Polda Metro Jaya telah menjemput bola, dalam hal ini mendalami apakah ada perbuatan etika, kewenangan yang dilanggar oleh personel tersebut,” ujar Budi.
Bagi Suderajat, kunjungan itu bukan hanya tentang bantuan barang, tetapi juga pemulihan nama baik setelah usahanya sempat dicurigai. Dari sebuah video viral yang memicu kesalahpahaman, kisah ini kini bergeser menjadi pelajaran tentang pendekatan humanis aparat dan pentingnya kehati-hatian dalam menilai pelaku usaha kecil. @kanaya
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!