Ahli Gizi: Hindari Detoks Ekstrem Usai Libur Lebaran
VISI.NEWS | BANDUNG - Setelah memanjakan lidah dengan hidangan bersantan dan tinggi gula selama libur Lebaran, banyak masyarakat mulai mengeluhkan gangguan pencernaan seperti perut kembung hingga sembelit. Namun, para ahli nutrisi mengingatkan bahwa pemulihan sistem pencernaan tidak memerlukan langkah drastis seperti detoks ekstrem, melainkan cukup melalui perbaikan kebiasaan harian.
Berikut adalah enam cara sederhana untuk mengembalikan performa sistem pencernaan Anda:
1. Mengunyah Lebih Lama
Proses pencernaan yang efektif dimulai sejak makanan berada di mulut. Ahli bedah bariatrik, Dr. Hector Perez, menjelaskan bahwa mengunyah dengan teliti membantu tubuh mengenali rasa kenyang dan mempermudah kerja lambung. “Ada bukti fisiologi yang menunjukkan bahwa mengunyah dengan baik dapat meningkatkan sinyal pencernaan dan memperbaiki proses pengosongan lambung,” ujar Dr. Hector Perez, dilansir Real Simple, Senin (23/3/2026).
2. Menata Kembali Jadwal Makan
Pola makan yang tidak teratur, terutama kebiasaan makan larut malam saat Lebaran, dapat mengganggu hormon pencernaan. Mengembalikan jadwal makan yang konsisten sangat krusial bagi ritme tubuh. “Pencernaan bukan hanya soal makanan, tetapi juga tentang waktu, koordinasi, dan ritme tubuh,” jelas Dr. Perez.
3. Makan dalam Kondisi Relaks
Stres atau terburu-buru saat makan dapat menghambat produksi asam lambung dan enzim. Dokter naturopati, Shylah Schauer, menekankan pentingnya kondisi tenang agar sistem saraf parasimpatis dapat bekerja optimal. “Sistem saraf parasimpatis sering disebut sebagai kondisi ‘istirahat dan mencerna’ karena membantu tubuh mencerna makanan dengan lebih baik,” ungkap Shylah Schauer.
4. Menambah Asupan Serat Secara Bertahap
Serat sangat dibutuhkan untuk melancarkan buang air besar dan menjaga keseimbangan bakteri baik di usus. Schauer menyarankan variasi makanan nabati yang beragam setiap minggunya. “Disarankan mengonsumsi setidaknya 30 jenis tanaman per minggu untuk mendukung keberagaman mikrobioma usus,” saran Schauer.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!