Adhi Karya (ADHI) Ganti Jajaran Komisaris dan Direksi, Ini Susunan Terbarunya
Ilustrasi./visi.news/ai.
VISI.NEWS | BANDUNG - PT Adhi Karya Persero Tbk melakukan perombakan jajaran komisaris dan direksi melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan atau RUPST sebagai bagian dari langkah memperkuat tata kelola dan strategi bisnis perusahaan ke depan. Perubahan manajemen ini dinilai menjadi sinyal penting dalam upaya BUMN konstruksi tersebut menghadapi tantangan industri yang semakin kompetitif.
Dalam keputusan RUPST, pemegang saham memberhentikan dengan hormat Arthur Lombogia dari posisi komisaris serta Alloysius Suko Widigdo dari jabatan Direktur Operasi I. Sebagai penggantinya, Alexander Rubi Satyoadi ditunjuk sebagai komisaris baru.
Di level direksi, perusahaan juga melakukan penyesuaian struktur dan nomenklatur jabatan. Vera Kirana ditetapkan sebagai Direktur Portofolio Bisnis dan Risiko, Harimawan menjadi Direktur Operasi I, serta Yan Arianto menjabat Direktur Operasi II.
Corporate Secretary PT Adhi Karya Persero Tbk, Rozi Sparta, menyebut perubahan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan menjaga kesinambungan bisnis dan memperkuat pencapaian target kinerja. “Keputusan yang diambil dalam RUPST merupakan bagian dari upaya Perseroan dalam memperkuat tata kelola perusahaan, menjaga kesinambungan bisnis, serta mendukung pencapaian target kinerja dan strategi pertumbuhan Perseroan ke depan,” ujarnya.
Dalam konteks industri konstruksi nasional, restrukturisasi manajemen seperti ini sering menjadi langkah penting untuk memperkuat adaptasi perusahaan terhadap tekanan proyek, pembiayaan, hingga transformasi bisnis BUMN karya. Persaingan sektor infrastruktur yang semakin ketat membuat perusahaan membutuhkan struktur kepemimpinan yang dinilai mampu mempercepat efisiensi sekaligus memperluas portofolio usaha.
Selain perubahan jajaran manajemen, RUPST juga menyetujui perubahan saham Seri B milik BP BUMN menjadi saham Seri A Dwiwarna. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan ketentuan Undang Undang Nomor 16 Tahun 2025 tentang Badan Usaha Milik Negara.
Secara keseluruhan, langkah restrukturisasi ini memperlihatkan fokus Adhi Karya dalam memperkuat fondasi organisasi di tengah dinamika industri konstruksi dan proyek infrastruktur nasional yang terus berubah. Perusahaan kini menghadapi tantangan menjaga kinerja sekaligus memperluas peluang bisnis di tengah tekanan efisiensi sektor BUMN karya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!