Abah Nanu: Wana, Wani, Wanoh
Namun makna yang dimaksud Abah Nanu jauh lebih dalam daripada sekadar saling mengetahui nama atau identitas. Wanoh adalah kemampuan memahami karakter, kelebihan, dan kekurangan saudara seperjuangan.
Dari pemahaman itulah lahir rasa persaudaraan yang kuat.
"Yang ketiga adalah wanoh, mengenal, sudah saling tahu dan memahami kekurangan saudaranya. Dengan ikatan persaudaraan itu, kita bisa saling mendukung, menguatkan, dan membentengi satu sama lain," tuturnya.
Menurut Abah Nanu, sebuah perhelatan besar tidak mungkin berhasil hanya karena kemampuan satu orang. Kesuksesan lahir dari kebersamaan orang-orang yang saling percaya dan saling menguatkan.
Ia menilai Festival Al Jabbar merupakan kegiatan yang memiliki nilai strategis karena mampu mempertemukan unsur seni, budaya, dan spiritualitas Islam dalam satu ruang dialog yang harmonis.
"Festival Al Jabbar, atau apapun nanti nama festivalnya, adalah perhelatan besar yang perlu dikawal oleh siapa pun. Karena ini sangat bermanfaat bagi umat. Masyarakat bisa melihat bahwa seni, budaya, dan spiritual Islam itu sesungguhnya bersinergi dan saling menguatkan," ujarnya.
Seni sebagai Jalan Dakwah
Di bagian akhir percakapan, Abah Nanu mengingatkan bahwa hubungan antara seni dan Islam bukanlah sesuatu yang baru dalam sejarah Nusantara.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!