Abah Nanu: Wana, Wani, Wanoh

ED
PN
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 09:03 WIB
Bagikan
Abah Nanu: Wana, Wani, Wanoh

VISI.NEWS - Di tengah kesibukan mempersiapkan sebuah perhelatan besar yang diharapkan menjadi ruang perjumpaan seni, budaya, dan spiritualitas Islam, Ketua Pelaksana Festival Al Jabbar, Bambang Melga, mendapatkan sebuah nasihat berharga dari sosok yang selama ini dikenal sebagai seniman, budayawan, pendekar silat, sekaligus tokoh budaya Jawa Barat, Abah Nanu.

Percakapan melalui sambungan telepon itu tidak berlangsung sebagai obrolan biasa. Bagi Bambang Melga, setiap kalimat yang disampaikan Abah Nanu terasa seperti wejangan yang sarat makna, memancarkan energi positif sekaligus mengingatkan tentang hakikat kepemimpinan dalam mengawal sebuah agenda besar.

Abah Nanu mengawali pesannya dengan menekankan pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan kecerdasan batin. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan berpikir logis dan kalkulasi rasional, tetapi juga harus memiliki kepekaan hati yang mampu menangkap tanda-tanda kebijaksanaan dari Sang Pencipta.

"Kita tidak menafikan otak dan nalar yang terbiasa dengan kalkulasi serta hitungan matematis. Itu bagian dari perhitungan realistis di permukaan, hitungan kulit luar namanya. Sedangkan kami para seniman kolot terbiasa bekerja dengan manajemen qolbu. Karena unsur ini membuat kita selalu ingin satu frekuensi dengan Dia, Allah Yang Maha Menyutradarai. Kita hanyalah wayang sekotak yang digerakkan oleh-Nya," ujar Abah Nanu.

Bagi Abah Nanu, jabatan dan amanah kepemimpinan bukanlah sekadar posisi organisatoris. Kepemimpinan adalah peran yang dititipkan oleh takdir dan harus dijalankan dengan penuh rasa syukur. Dalam konteks itulah ia memperkenalkan filosofi Sunda yang menurutnya sangat relevan bagi siapa pun yang dipercaya memimpin sebuah gerakan besar, yakni Wana, Wani, Wanoh.

Wana: Membuka Jalan di Tengah Belantara

Filosofi pertama adalah Wana.

Dalam bahasa Sunda, wana dapat dimaknai sebagai hutan lebat yang penuh tantangan. Hutan yang gelap, belum terbuka jalannya, bahkan dipenuhi berbagai ancaman yang menakutkan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.