Abah Nanu: Wana, Wani, Wanoh

ED
PN
Sabtu, 8 Agustus 2026 | 09:03 WIB
Bagikan
Abah Nanu: Wana, Wani, Wanoh

"Pemimpin itu harus berani mengambil sikap. Menentukan jalannya kegiatan agar bisa dikawal sukses dan lancar sampai pelaksanaan. Bersikap tegas sangat penting," tegas Abah Nanu.

Dalam penjelasannya, ia bahkan mengaitkan prinsip tersebut dengan sosok pendekar legendaris Jepang, Miyamoto Musashi, yang dikenal memiliki kepemimpinan kuat dan keteguhan dalam mengambil keputusan.

Menurut Abah Nanu, sebuah organisasi atau kepanitiaan tidak boleh dibiarkan kehilangan arah akibat banyaknya keraguan dan suara-suara yang melemahkan semangat perjuangan.

"Sebagai komandan, suaranya harus didengar. Semua harus patuh pada sikap yang sudah ditetapkan. Jangan sampai muncul keraguan dalam barisan. Kalau pemimpin tidak bersikap dan ada suara sumbang yang mengoyahkan barisan, itu bisa membuat kita kalah sebelum pergi berperang," katanya penuh semangat.

Pesan itu terasa relevan bagi Bambang Melga yang tengah memimpin persiapan Festival Al Jabbar, sebuah agenda yang melibatkan banyak pihak, gagasan, dan kepentingan. Di tengah dinamika tersebut, ketegasan menjadi syarat penting untuk menjaga arah perjuangan tetap berada pada jalurnya.

Wanoh: Mengenal untuk Saling Menguatkan

Filosofi ketiga adalah Wanoh.

Dalam bahasa Sunda, wanoh berarti mengenal.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.