431 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG
Ilustrasi./visi.news/ist_ai.
Emil menjelaskan, pada hari kejadian SPPG Kalitengah mendistribusikan sekitar 2.800 porsi menu MBG ke sejumlah sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA swasta di wilayah operasionalnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan penyisiran ke sekolah-sekolah penerima makanan dari SPPG Kalitengah untuk memastikan tidak ada korban yang belum terdata.
“Besok (hari ini) kita akan cek di sekolah-sekolah itu, ada yang absen enggak? Kalau ada yang absen besok enggak masuk, alasan sakit ataupun apa, kita akan jemput bola tuh. Karena khawatirnya belum tertangani dengan optimal kalau pengobatan mandiri,” ujar Emil.
Emil juga meluruskan isu yang beredar mengenai dugaan makanan lain sebagai penyebab gangguan kesehatan para santri, termasuk makanan dalam kegiatan perayaan keagamaan di pesantren.
“Mengenai makanan yang mana, ada Maulid di pondok pesantren? Enggak, tidak ada makanan lain yang disuguhkan secara massal. Ya kalau jajan sendiri-sendiri lain cerita, tapi secara massal tidak ada,” tegasnya.
Saat ini, operasional dapur SPPG Kalitengah telah diberhentikan sementara atau di-suspend oleh BGN untuk kepentingan investigasi dan pemeriksaan sampel makanan.
Pemprov Jatim Bantah Ada Korban Meninggal
Pemprov Jawa Timur bersama pengurus ponpes membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya santri yang meninggal dunia akibat insiden tersebut.
"Yang mengabarkan ada meninggal itu hoaks. Kami sudah cek di semua rumah sakit," tegas Ketua Asrama Putra, Ferdiansyah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!