431 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG
Ilustrasi./visi.news/ist_ai.
“Mulai mual ini ketika pelajaran jam pertama setelah ba'da Ashar, sekitar jam 16.00 WIB. Baru terdeteksi kami mulai 16.20 WIB. Sudah banyak yang melapor ke UKS masing-masing unit, MA, MTs,” ungkap Ferdiansyah.
Salah seorang santri, Ahsan, juga menceritakan kondisi sejumlah rekannya setelah waktu Asar. Ia mengatakan beberapa santri bolak-balik ke kamar mandi karena mengalami sakit perut.
"Pas habis Ashar itu, ada yang bolak-balik kamar mandi teman saya. Begitu ditanyain kenapa, 'perutku sakit', katanya," ujar Ahsan, yang mengaku tidak ikut menyantap paket MBG siang itu.
Seiring bertambahnya jumlah santri yang mengalami mual dan lemas, ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban ke sejumlah rumah sakit.
Para korban mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Notopuro, RS Delta Surya, RS Islam Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, hingga RS Arafah Anwar Medika.
Keluhan Juga Terjadi di Sekolah Lain
Kasus dugaan keracunan tersebut tidak hanya terjadi di Ponpes Manba’ul Hikam. Sejumlah siswa dari sekolah lain di wilayah Tanggulangin yang menerima pasokan makanan dari SPPG Kalitengah juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.
Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengonfirmasi adanya keluhan dari sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG yang sama.
“Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manba’ul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama. SPPG Kalitengah, Tanggulangin,” kata Emil di Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!