Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama US Open 2026 2 Sep 2026 431 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG 2 Sep 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,624 Juta per Gram 2 Sep 2026 615 Warga Karo Dievakuasi Usai Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat 2 Sep 2026 Andina Narang Dukung Kebijakan Afirmatif Prabowo untuk Putra-Putri Dayak Masuk TNI 2 Sep 2026 Viral Oknum Wartawan di Sukabumi Ngamuk, Kepsek Sebut Kerap Minta Uang ke Sekolah 2 Sep 2026 1.300 KK di Desa Cisaat Sukabumi Kesulitan Air Bersih Dampak Kemarau 2 Sep 2026 Viral Ngamuk Minta Uang ke Sekolah, Oknum Wartawan di Sukabumi Jadi Tersangka 2 Sep 2026 Cuaca Bandung Hari Ini 2 September, Cerah hingga Berawan dan Suhu Capai 32 Derajat 2 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 2 September 2026 2 Sep 2026 Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama US Open 2026 2 Sep 2026 431 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG 2 Sep 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,624 Juta per Gram 2 Sep 2026 615 Warga Karo Dievakuasi Usai Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat 2 Sep 2026 Andina Narang Dukung Kebijakan Afirmatif Prabowo untuk Putra-Putri Dayak Masuk TNI 2 Sep 2026 Viral Oknum Wartawan di Sukabumi Ngamuk, Kepsek Sebut Kerap Minta Uang ke Sekolah 2 Sep 2026 1.300 KK di Desa Cisaat Sukabumi Kesulitan Air Bersih Dampak Kemarau 2 Sep 2026 Viral Ngamuk Minta Uang ke Sekolah, Oknum Wartawan di Sukabumi Jadi Tersangka 2 Sep 2026 Cuaca Bandung Hari Ini 2 September, Cerah hingga Berawan dan Suhu Capai 32 Derajat 2 Sep 2026 Jadwal SIM Keliling Kabupaten Sumedang Hari Ini, Rabu 2 September 2026 2 Sep 2026

431 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

Desi Rossilawati
Rabu, 2 September 2026 | 09:44 WIB
Bagikan
431 Santri Ponpes Manba’ul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG

Ilustrasi./visi.news/ist_ai.

VISI.NEWS - Sebanyak 431 santri dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Manba’ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami gejala dugaan keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Pihak pengelola ponpes memastikan makanan yang dikonsumsi para santri berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin, bukan dari dapur internal pesantren.

Ketua Yayasan Ponpes Manba’ul Hikam Tanggulangin, KH Abdul Wachid Harun, menegaskan pihak pesantren hanya berstatus sebagai penerima manfaat program MBG.

“Soal SPPG bukan ditangani pesantren, tapi dari beliau, dari Kalitengah. Dan kami hanya menerima manfaat saja. Tidak benar kalau SPPG itu ada di pondok, tidak benar ya,” kata Abdul Wachid dalam keterangannya dikutip, Rabu (2/9/2026).

Abdul Wachid mengatakan jumlah santri jenjang SMP hingga SMA di ponpes tersebut mencapai sekitar 1.000 orang. Seluruhnya mengonsumsi makanan yang didistribusikan SPPG Kalitengah.

Namun, kondisi fisik para santri berbeda-beda sehingga sebagian mengalami gejala kesehatan hingga harus mendapatkan perawatan medis.

Hari ini yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda,” ujarnya.

Pihak pesantren kini mendampingi para wali santri dan memprioritaskan penanganan medis terhadap seluruh korban sebelum menentukan kelanjutan kegiatan pembelajaran.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga telah mendirikan posko penanganan medis darurat di area pesantren.

“Wait and see. Lihat situasi besok. Iya, tapi semua harus tertangani secara tuntas. Ada posko dan pengurus-pengurus juga ikut memantau di tempat rumah sakit di mana anak-anak santri dirawat inap, ada yang rawat jalan,” jelas Abdul Wachid.

Kronologi Santri Mengalami Gejala

Berdasarkan data yang dihimpun, makanan MBG tiba di area Ponpes Manba’ul Hikam sekitar pukul 11.30 WIB.

Menu yang disajikan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik atau telur dadar, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn, dan buah apel.

Para santri kemudian mengonsumsi makanan tersebut sekitar pukul 13.00 WIB.

Keluhan kesehatan mulai dirasakan beberapa jam kemudian, setelah para santri melaksanakan salat Asar dan memasuki jam pelajaran pertama sekitar pukul 16.00 WIB.

Ketua Asrama Putra Ponpes Manba’ul Hikam, Ferdiansyah, mengatakan pihak pengelola mulai menerima laporan santri mengalami gangguan kesehatan di Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sekitar pukul 16.20 WIB.

Keluhan yang disampaikan antara lain pusing, mual, sakit perut, dan badan lemas.

“Mulai mual ini ketika pelajaran jam pertama setelah ba'da Ashar, sekitar jam 16.00 WIB. Baru terdeteksi kami mulai 16.20 WIB. Sudah banyak yang melapor ke UKS masing-masing unit, MA, MTs,” ungkap Ferdiansyah.

Salah seorang santri, Ahsan, juga menceritakan kondisi sejumlah rekannya setelah waktu Asar. Ia mengatakan beberapa santri bolak-balik ke kamar mandi karena mengalami sakit perut.

"Pas habis Ashar itu, ada yang bolak-balik kamar mandi teman saya. Begitu ditanyain kenapa, 'perutku sakit', katanya," ujar Ahsan, yang mengaku tidak ikut menyantap paket MBG siang itu.

Seiring bertambahnya jumlah santri yang mengalami mual dan lemas, ambulans dikerahkan untuk mengevakuasi korban ke sejumlah rumah sakit.

Para korban mendapat perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Notopuro, RS Delta Surya, RS Islam Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara, hingga RS Arafah Anwar Medika.

Keluhan Juga Terjadi di Sekolah Lain

Kasus dugaan keracunan tersebut tidak hanya terjadi di Ponpes Manba’ul Hikam. Sejumlah siswa dari sekolah lain di wilayah Tanggulangin yang menerima pasokan makanan dari SPPG Kalitengah juga dilaporkan mengalami keluhan serupa.

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengonfirmasi adanya keluhan dari sekolah lain yang menerima makanan dari SPPG yang sama.

“Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manba’ul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama. SPPG Kalitengah, Tanggulangin,” kata Emil di Sidoarjo, Rabu (2/9/2026).

Emil menjelaskan, pada hari kejadian SPPG Kalitengah mendistribusikan sekitar 2.800 porsi menu MBG ke sejumlah sekolah, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA swasta di wilayah operasionalnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Badan Gizi Nasional (BGN) akan melakukan penyisiran ke sekolah-sekolah penerima makanan dari SPPG Kalitengah untuk memastikan tidak ada korban yang belum terdata.

“Besok (hari ini) kita akan cek di sekolah-sekolah itu, ada yang absen enggak? Kalau ada yang absen besok enggak masuk, alasan sakit ataupun apa, kita akan jemput bola tuh. Karena khawatirnya belum tertangani dengan optimal kalau pengobatan mandiri,” ujar Emil.

Emil juga meluruskan isu yang beredar mengenai dugaan makanan lain sebagai penyebab gangguan kesehatan para santri, termasuk makanan dalam kegiatan perayaan keagamaan di pesantren.

“Mengenai makanan yang mana, ada Maulid di pondok pesantren? Enggak, tidak ada makanan lain yang disuguhkan secara massal. Ya kalau jajan sendiri-sendiri lain cerita, tapi secara massal tidak ada,” tegasnya.

Saat ini, operasional dapur SPPG Kalitengah telah diberhentikan sementara atau di-suspend oleh BGN untuk kepentingan investigasi dan pemeriksaan sampel makanan.

Pemprov Jatim Bantah Ada Korban Meninggal

Pemprov Jawa Timur bersama pengurus ponpes membantah informasi yang beredar di media sosial mengenai adanya santri yang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

"Yang mengabarkan ada meninggal itu hoaks. Kami sudah cek di semua rumah sakit," tegas Ketua Asrama Putra, Ferdiansyah.

Emil Dardak turut memastikan tidak ada korban yang meninggal dunia dalam insiden tersebut. Ia mengatakan rumah sakit telah disiagakan untuk menangani para santri hingga kondisi mereka membaik.

“Tolong juga tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal. Tidak betul. Tidak ada yang meninggal,” tegas Emil.

Sebagian santri yang kondisinya membaik dan stabil juga telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.

“Insya Allah sudah ada yang bisa dipulangkan. Banyak yang bisa dipulangkan. Tadi kita lihat ada velbed yang sudah mulai dilipat karena sudah dipulangkan,” pungkasnya.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.