Binaan Star Energy Geothermal, Hikamuci Hasilkan 3.000 Anakan Ikan Torsoro
Himpunan Kawula Muda Cipanas (Hikamuci), kelompok petani binaan Star Energy Geothermal Salak Ltd (Star Energy Geothermal) berhasil menghasilkan hingga 3.000 ekor anakan ikan Torsoro./visi.news/ist.
VISI.NEWS - Himpunan Kawula Muda Cipanas (Hikamuci), kelompok petani binaan Star Energy Geothermal Salak Ltd (Star Energy Geothermal) berhasil menghasilkan hingga 3.000 ekor anakan ikan Torsoro melalui teknik pemijahan buatan atau stripping sebagai upaya pelestarian spesies air tawar yang terancam punah.
Ketua Kelompok Hikamuci, Ujang Dimyati, mengatakan keberhasilan tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan konservasi ikan Torsoro yang selama ini mengalami berbagai kendala.
"Kelompok telah berhasil melakukan metode stripping terhadap 6 indukan betina Torsoro, setiap indukan menghasilkan sekitar 400 hingga 500 ekor anakan," kata Ujang di Desa Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/6/2026).
Ikan Torsoro yang juga dikenal sebagai ikan Dewa atau Kancra di Jawa Barat merupakan spesies ikan air tawar endemik yang hidup di perairan berarus deras di kawasan pegunungan. Pertumbuhan ikan tersebut relatif lambat, jumlah telur yang sedikit, serta kerusakan habitat menyebabkan populasinya terus menurun di alam.
Upaya konservasi ikan Torsoro dilakukan oleh Kelompok Hikamuci di Kampung Cipanas, Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi. Kelompok yang beranggotakan tujuh orang petani lokal tersebut dibentuk pada 2017 melalui pembinaan dinas terkait.
Namun, pandemi COVID-19 sempat menyebabkan aktivitas kelompok terhenti. Kepengurusan vakum dan berbagai program konservasi yang telah berjalan tidak dapat dilanjutkan.
Star Energy Geothermal kemudian mulai melakukan pendampingan kepada kelompok tersebut sejak 2023 melalui program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Tahap awal pendampingan dilakukan melalui forum diskusi kelompok dan pemetaan potensi untuk mengetahui kondisi lapangan serta menyusun arah pengembangan konservasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!